Beritabanten.com – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menargetkan angka stunting di Kota Tangsel di hitungan 7,5 persen.
Target itu tidak datang tanpa alasan. Saat ini angka stunting di Tangsel tercatat 10,5 persen, naik dari sebelumnya 9,2 persen. Pilar menilai kenaikan tersebut dipengaruhi perubahan indikator pengukuran yang diterapkan pemerintah pusat.
Meski begitu, ia tidak ingin menjadikan perubahan indikator sebagai alasan untuk mengendurkan upaya penanganan stunting.
“Saya optimistis angka stunting bisa kita tekan menjadi 7,5 persen tahun ini. Semua perangkat daerah harus bergerak bersama,” kata Pilar usai menghadiri Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (22/6/2026).
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Tangsel, Pilar mengaku terus mengoordinasikan berbagai organisasi perangkat daerah agar menjalankan intervensi secara terukur dan tepat sasaran.
Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan kurang gizi. Banyak faktor lain yang ikut memengaruhi, mulai dari sanitasi lingkungan, kondisi ekonomi keluarga, pola asuh, hingga kesehatan ibu selama masa kehamilan.
Karena itu, Pilar meminta dinas terkait menyusun data yang lebih rinci mengenai wilayah rawan stunting, kondisi keluarga berisiko, hingga data ibu hamil.
“Saya ingin datanya detail. Kita harus tahu masalahnya di mana sehingga intervensinya juga tepat,” ujarnya.
Pilar menegaskan setiap kasus membutuhkan solusi berbeda. Jika akar masalahnya sanitasi, pemerintah harus memperbaiki lingkungan. Jika penyebabnya ekonomi keluarga, maka bantuan peningkatan kesejahteraan harus menjadi prioritas.
“Kita tidak bisa menyamaratakan semua kasus. Harus dicari penyebabnya satu per satu agar penanganannya efektif,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, mulai sejak calon ibu mempersiapkan kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Periode itu sangat menentukan. Kalau kita bisa menjaga kesehatan ibu dan anak pada fase tersebut, risiko stunting akan jauh berkurang,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mendukung penuh target yang dipasang Pilar. Ia memastikan seluruh program kesehatan terus berjalan untuk mempercepat penurunan stunting.
Allin menjelaskan, pihaknya rutin memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri, memperkuat layanan kesehatan ibu hamil, memantau tumbuh kembang balita, serta menyalurkan makanan tambahan kepada kelompok sasaran.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga menggandeng berbagai OPD untuk memperbaiki faktor nonkesehatan yang memicu stunting, seperti program bedah rumah dan peningkatan sanitasi lingkungan.
“Stunting tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja. Semua pihak harus terlibat karena penyebabnya juga beragam,” ujar Allin.
Meski survei terbaru menunjukkan angka stunting naik menjadi 10,5 persen, Allin mengingatkan bahwa Tangsel pernah mencatat keberhasilan besar dengan menurunkan angka stunting dari sekitar 19 persen menjadi 9,2 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, ia yakin target 7,5 persen bukan sesuatu yang mustahil dicapai.
“Kami pernah menurunkannya secara signifikan. Dengan kolaborasi yang kuat, target tahun ini juga bisa tercapai,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan