Beritabanten.com – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menata kawasan Pasar Sipon, Cipondoh masih menghadapi berbagai tantangan meskipun sudah dilakukan beberapa kali penertiban.
Salah satu isu utama adalah pemberlakuan sistem satu arah (one way) di Jalan Irigasi Sipon yang belum menunjukkan hasil maksimal.
Kondisi jalan Irigasi Sipon masih terlihat dua arah. Meski sudah dipasang petunjuk arah dan pemberlakuan sistem satu arah, masih banyak pengendara motor dan mobil yang melawan arus.
Hal ini disebabkan kurangnya pengawasan dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang di lokasi tersebut.
Nanang, salah seorang warga sekitar mengungkapkan bahwa sistem satu arah hanya efektif ketika ada petugas Dishub yang berjaga.
“Namun, petugas Dishub jarang ada di sana, sehingga masyarakat tetap melawan arah dan melintas seperti biasanya,” ujarnya.
Menurutnya, pengendara yang melewati kawasan Pasar Sipon merasa enggan karena kondisi kemacetan dan bau tidak sedap yang sering terjadi di area pasar.
Selain masalah sistem satu arah, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan tersebut juga belum sepenuhnya berhasil. Meskipun penertiban telah dilakukan, masih banyak PKL yang berjualan di area terlarang. Bahkan, beberapa titik di kawasan Pasar Sipon masih terlihat tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan.
Pengawasan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga dinilai kurang intensif, sehingga pelanggaran terhadap aturan yang ada tetap terjadi. Meski sudah ada pos pengawasan di kawasan tersebut, keberadaan petugas yang terbatas membuat penataan belum sepenuhnya efektif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Pemkot Tangerang telah berupaya melakukan penertiban, keberhasilan penuh dalam menata kawasan Pasar Sipon membutuhkan kerja sama lebih dari masyarakat, pengawasan yang lebih intensif, serta peran aktif dari seluruh pihak terkait. (Nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan