Beritabanten.com — Rencana pemerintah untuk menghentikan restitusi pajak bikin dunia usaha garuk-garuk kepala. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) langsung angkat bicara. Menurut mereka, kebijakan ini kalau nggak dikaji matang, bisa bikin arus kas perusahaan tersendat.

Ketua Komite Perpajakan APINDO, Siddhi Widyaprathama, bilang, pelaku usaha sih dukung pemerintah untuk jaga keuangan negara. Tapi, jangan sampai kebijakan itu bikin urusan sehari-hari perusahaan kacau, apalagi di tengah gejolak ekonomi global yang bikin rantai pasok naik-turun.

“Kalau kebijakan fiskal nggak nyambung sama kebutuhan dunia usaha, ekonomi bisa goyah,” ujar Siddhi, Kamis (9/4).

Bagi APINDO, restitusi pajak itu penting banget. Bayangin aja, kalau kelebihan bayar pajak nggak dikembalikan, perusahaan bisa kesulitan bayar gaji, beli bahan baku, atau bahkan produksi berhenti. Pajak itu bukan cuma buat nambah kantong negara, tapi juga buat bikin bisnis tetap jalan.

Selain itu, kepastian hukum soal pajak juga nggak kalah penting. Dunia usaha menekankan, pajak itu bisa jadi senjata untuk bikin perusahaan tetap kompetitif, bukan malah jadi beban yang bikin kesulitan.

“Keseimbangan antara pajak dan kebutuhan perusahaan harus jelas. Jangan sampai kebijakan bikin ekonomi mandek,” tegas Siddhi.

APINDO juga bilang, pengawasan dan audit pajak itu oke, asalkan profesional dan transparan. Jangan sampai bikin ribet tapi nggak jelas manfaatnya. Pelayanan yang cepat dan pengawasan yang fair bakal bikin semua pihak untung, bukan pusing.

“Koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha harus rapi. Kebijakan fiskal jangan cuma mikirin penerimaan negara, tapi juga harus dorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Siddhi. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com