Beritabanten.com – Pemutusan aliran listrik di Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon oleh PLN menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Beberapa pihak menilai tindakan PLN tersebut gegabah, sementara warga lainnya berpendapat bahwa pengelolaan keuangan masjid seharusnya menjadi tanggung jawab pengurus.

Haji Khaerul, salah satu warga Kota Cilegon, menegaskan agar masyarakat tidak menyalahkan PLN. Ia menyarankan pengurus masjid untuk mengelola keuangan dengan profesional dan tidak bergantung pada pihak lain.

“Kalau pengurus gak mampu, mundur aja. Jangan bikin malu umat, jangan salahin PLN,” ujarnya.

Sekretaris DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas, Agus Rahmat, mengungkapkan bahwa masalah keuangan masjid sudah terjadi sejak pandemi COVID-19 pada 2019.

Penurunan jumlah jamaah dan pembatasan kegiatan berimbas besar pada pemasukan masjid, yang pada puncaknya hanya menghasilkan sekitar Rp 1,2 juta per minggu, sementara pengeluaran rutin mencapai Rp 43 juta hingga Rp 50 juta per bulan.

Untuk menjaga operasional masjid tetap berjalan, Agus dan bendahara masjid terpaksa merogoh kocek pribadi hingga ratusan juta rupiah.

Pada tahun 2024, kondisi keuangan masjid semakin memburuk, dengan pemasukan jauh di bawah pengeluaran.

Agus menjelaskan bahwa pemasukan dari berbagai sumber, seperti kotak amal dan sewa tanah wakaf, hanya mencapai Rp 18,3 juta per bulan, sementara pengeluaran lebih dari Rp 29 juta.

Untuk menutupi defisit ini, pengurus masjid terpaksa mencari dana talangan dan mencicil utang yayasan yang mencapai Rp 2,4 juta setiap bulan.

Meskipun beberapa pengurus masjid tidak setuju dengan upaya Agus untuk meminta bantuan pemerintah melalui program CSR, ia tetap menganggap langkah tersebut sebagai solusi terbaik.

Agus berharap agar lebih banyak pihak yang peduli dengan keberlanjutan operasional masjid dan tidak hanya fokus pada pemutusan listrik.

Dia katakan, masalah keuangan masjid melibatkan berbagai aspek penting lainnya, seperti perawatan bangunan dan gaji pegawai.

“Masjid butuh dana besar untuk operasional dan perawatan yang totalnya hingga milyaran rupiah,” tutup Agus. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com