Beritabanten.com – Tidak banyak tokoh yang mampu menjelajahi begitu banyak ruang pengabdian sekaligus. Dunia usaha, olahraga otomotif, organisasi kemasyarakatan, dakwah, pemerintahan hingga parlemen nasional pernah menjadi panggung yang dilalui Musa Rajekshah. Bagi pria yang akrab disapa Ijeck ini, seluruh perjalanan tersebut memiliki satu tujuan yang sama: menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Di balik penampilannya yang sederhana, Musa Rajekshah dikenal sebagai sosok pekerja keras yang terbiasa mengambil keputusan cepat, membangun komunikasi lintas kelompok, dan mengedepankan kolaborasi. Pengalaman panjang di berbagai bidang membentuk karakter kepemimpinannya yang adaptif sekaligus dekat dengan masyarakat.
Lahir di Medan pada 1 April 1974, Musa Rajekshah tumbuh dalam keluarga besar almarhum H. Anif, seorang pengusaha sekaligus filantropis yang dikenal luas di Sumatera Utara. Dari sang ayah, ia tidak hanya mewarisi semangat kewirausahaan, tetapi juga nilai bahwa keberhasilan sejati adalah ketika seseorang mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi perjalanan hidupnya. Baginya, bisnis hanyalah salah satu instrumen. Di atas segalanya, amanah, kepedulian sosial, dan keberanian mengambil tanggung jawab merupakan modal utama seorang pemimpin.
Perjalanan akademiknya turut memperkuat perspektif tersebut. Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), ia melanjutkan studi Magister Humaniora hingga meraih gelar doktor di Universitas Sumatera Utara (USU). Pendidikan, menurutnya, bukan sekadar mengejar gelar, melainkan proses memperluas cara pandang dalam memecahkan persoalan masyarakat.

Reputasi Pengusaha
Jauh sebelum dikenal sebagai politisi, Musa Rajekshah telah lebih dahulu membangun reputasi sebagai pengusaha di berbagai sektor, mulai dari perkebunan, properti, otomotif hingga investasi. Dunia usaha menjadi sekolah kepemimpinan yang mengajarkannya pentingnya disiplin, efisiensi, inovasi, serta keberanian mengambil risiko.
Namun ada satu dunia lain yang begitu melekat dengan dirinya, yakni olahraga otomotif. Sejak muda, Ijeck dikenal sebagai pembalap nasional yang kerap turun di berbagai kejuaraan. Baginya, lintasan balap bukan sekadar arena adu kecepatan, tetapi tempat belajar tentang keberanian, fokus, sportivitas, dan kemampuan mengambil keputusan dalam hitungan detik.
Kecintaannya terhadap dunia balap kemudian membawanya memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara. Di bawah kepemimpinannya, olahraga otomotif tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembinaan generasi muda agar tumbuh disiplin, berprestasi, dan menjauhi balap liar.
Jejak kepemimpinannya semakin luas ketika dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Sumatera Utara dan Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara. Di berbagai organisasi tersebut, ia dikenal sebagai figur yang mengedepankan konsolidasi, dialog, dan kerja bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan juga diwujudkan melalui kiprahnya sebagai Ketua PMI Kota Medan. Bersama para relawan, ia mendorong penguatan layanan donor darah, kesiapsiagaan bencana, serta berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di luar aktivitas politik dan organisasi, Ijeck memiliki perhatian besar terhadap pengembangan dakwah dan pendidikan Islam. Ia melanjutkan cita-cita almarhum H. Anif melalui Gerakan Pembangunan 99 Masjid Al Musannif. Baginya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan generasi muda, dan pelayanan sosial.
“Masjid harus menjadi pusat peradaban yang mampu melahirkan masyarakat yang religius, berilmu, dan peduli terhadap sesama,” menjadi pandangan yang kerap ia sampaikan dalam berbagai kesempatan.

Sukses di Pilkada Sumsel 2018
Pengalaman panjang di dunia usaha, organisasi, dan kegiatan sosial kemudian mengantarkannya memasuki pemerintahan sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018–2023. Bersama pemerintah provinsi, ia aktif mendorong investasi, pengembangan UMKM, pembangunan pertanian, hingga penguatan ekonomi daerah.
Kepercayaan masyarakat kembali mengantarkannya ke Senayan sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I. Di Komisi V DPR RI, Pasangan Pilkada 2018 membidangi infrastruktur, pekerjaan umum, transportasi, perumahan rakyat, pembangunan desa hingga penanggulangan bencana.
Baginya, pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada pembangunan jalan, jembatan, atau pelabuhan. Infrastruktur merupakan jalan untuk membuka akses ekonomi, mempercepat pelayanan publik, mengurangi kesenjangan antarwilayah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah berbagai aktivitasnya, satu karakter yang paling sering disampaikan oleh mereka yang mengenalnya adalah kemampuannya membangun komunikasi. Ia dikenal mudah berdialog dengan ulama, akademisi, pengusaha, komunitas olahraga, organisasi kepemudaan hingga masyarakat akar rumput.
Seluruh perjalanan hidup Musa Rajekshah menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak dibentuk oleh satu profesi semata. Dunia usaha mengajarkan profesionalisme, olahraga membentuk mental juang, organisasi melatih kemampuan merangkul, dakwah menanamkan keikhlasan, sementara politik menjadi ruang memperluas pengabdian.
Bagi Ijeck, setiap jabatan hanyalah amanah yang suatu saat akan berakhir. Yang akan dikenang bukanlah posisi yang pernah diduduki, melainkan sejauh mana kehadirannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Prinsip itulah yang terus mengiringi langkah Musa Rajekshah dalam mengabdi untuk Sumatera Utara dan Indonesia (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan