Beritabanten.com – Muhammad Ridwan dikenal sebagai profesional di bidang audit, pengawasan keuangan, dan tata kelola organisasi yang memiliki pengalaman panjang di sektor pemerintahan maupun korporasi. Latar belakang pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) serta kiprahnya di berbagai lembaga membentuk kompetensinya dalam memperkuat sistem pengendalian internal, kepatuhan, dan penerapan prinsip good corporate governance (GCG).
Perjalanan karier Ridwan diawali dari dunia pengawasan pemerintahan melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Di lembaga tersebut, ia terlibat dalam berbagai kegiatan audit keuangan, evaluasi program pemerintah, penguatan sistem pengendalian internal, hingga penilaian efektivitas tata kelola organisasi.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang luas mengenai pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan manajemen risiko dalam pengelolaan organisasi. Seorang auditor tidak hanya bertugas menemukan persoalan administratif, tetapi juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya.
Ridwan juga pernah berkontribusi dalam Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh–Nias (BRR Aceh–Nias), lembaga yang dibentuk untuk menangani proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak tsunami. Keterlibatan tersebut memperkaya pengalamannya dalam pengawasan program pembangunan berskala nasional serta pengelolaan anggaran yang akuntabel.
Kariernya kemudian berlanjut ke sektor korporasi dengan bergabung sebagai anggota Komite Audit PT Citilink Indonesia. Dalam posisi tersebut, ia membantu Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan terhadap laporan keuangan, efektivitas pengendalian internal, manajemen risiko, serta kepatuhan perusahaan terhadap regulasi dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Selanjutnya, Muhammad Ridwan dipercaya menjalankan peran sebagai Komite Audit Perseroda PITS. Melalui posisi tersebut, ia berkontribusi dalam memperkuat tata kelola badan usaha milik daerah agar berjalan secara profesional, transparan, efisien, serta tetap menjalankan fungsi pelayanan publik dan menciptakan nilai ekonomi bagi daerah.
Dengan pengalaman yang mencakup sektor publik maupun korporasi, Ridwan menempatkan tata kelola, pengendalian risiko, dan akuntabilitas sebagai fondasi utama dalam pengelolaan organisasi. Perjalanan profesionalnya menunjukkan pentingnya sistem pengawasan yang kuat sebagai bagian dari upaya menciptakan organisasi yang berkelanjutan dan dipercaya publik. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan