Beritabanten.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mendorong pemberdayaan para penyandang disabilitas dalam transformasi digital nasional.
Caranya, Meutya menggaet Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) untuk menyelenggarakan Kompetisi TIK Nasional bagi Penyandang Disabilitas.
“Kompetisi ini membawa semangat inklusivitas bahwa teknologi adalah milik semua, bukan hanya sebagian kelompok,” dikutip redaksi dari laman resmi Komdigi, Selasa 26 Agustus 2025.
Mantan presenter Metro TV ini menyebut kompetisi sebagai kesempatan emas bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas untuk memompa kreativitas karya digital.
Ini sebagai tahapan penting menuju kesiapan bangsa menghadapi era digital.
“Kemkomdigi membuka kesempatan bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas, untuk berkarya dan memajukan bangsa di era digital,” beber dia.
Dirinya memandang penyandang disabilitas bukanlah menjadi penghalang seseorang untuk menghasilkan inovasi dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penemu TCP/IP dari Kalangan Disabilitas
Contohnya, dunia digital berutang pada sosok bernama Vint Cerf, seorang penyandang disabilitas tuli, sebagai salah satu penemu protokol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) yang menjadi fondasi internet saat ini.
“Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa penyandang disabilitas terbukti memiliki kekuatan untuk mengubah arah dunia,” tandasnya.
Meutya mengatakan transformasi digital yang dilakukan oleh Kemkomdigi telah membuka peluang bagi para penyandang disabilitas untuk berkompetisi secara setara dalam dunia kerja dan produktivitas.
Semangat inklusivitas ini sejalan dengan tema HUT ke-80 RI, yaitu Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.
“Persatuan hadir ketika seluruh elemen bangsa membuka ruang bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Kementerian Komdigi menegaskan transformasi digital Indonesia bukan hanya agenda teknologi, tetapi juga gerakan sosial yang memastikan tidak ada satu pun warga bangsa tertinggal dalam era digital.
Kompetisi TIK Nasional bagi Penyandang Disabilitas diselenggarakan setiap 2 tahun sekali oleh BAKTI Komdigi.
Pada tahun ini, 2.600 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bersaing dalam empat kategori kompetisi, yaitu Content Creator, Digital Marketing, Digital Office, dan Digital Public Relation. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan