Beritabanten.com — Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah sebagai tempat proyek nasional pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang didukung oleh Bank Dunia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah (Bapperinda) Lebak, Yosep M Holis, menyampaikan bahwa proyek ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah secara terpadu dengan melibatkan masyarakat.
TPST akan menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), di mana sampah diolah menjadi sumber energi alternatif.
“Kami berharap pembangunan TPST ini berjalan lancar demi terciptanya manajemen sampah yang lebih baik. Saat ini, seluruh perencanaan tengah disusun, termasuk studi kelayakan (FS) dan desain teknis (DED). Jika rampung, pembangunan akan dimulai tahun ini,” ujar Yosep.
Ia menambahkan, perwakilan dari Bank Dunia, Bappenas, serta Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri telah mengunjungi TPA Dengung di Kecamatan Maja, dan memberikan apresiasi atas kesiapan daerah.
Program LSDP sendiri merupakan kolaborasi antara Kemendagri, Bappenas, Kementerian PUPR, dan Bank Dunia untuk mendukung penguatan layanan dasar, termasuk pengelolaan sampah.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, menyebutkan bahwa dua lokasi TPA yakni Dengung dan Cihara sedang disiapkan sebagai calon lokasi pembangunan TPST.
“Pemkab Lebak juga terus mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sebagai bagian dari upaya mendukung program ini secara berkelanjutan,” jelas Iwan.
Pemerintah daerah berharap TPST berbasis RDF ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk pengurangan timbunan sampah sekaligus mendukung transisi energi berkelanjutan di wilayah Lebak. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan