Beritabanten.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan melakukan mitigasi terhadap tempat pemungutan suara (TPS) yang dianggap berisiko terkena banjir.

Langkah ini diambil mengingat musim hujan yang sudah tiba serta untuk mencegah pencoblosan ulang seperti yang terjadi pada Pemilu Legislatif 2024 lalu.

Ketua KPU Tangsel, Muhamad Taufik Mizan, menyatakan bahwa salah satu upaya untuk mengurangi potensi banjir di TPS adalah dengan memindahkan lokasinya.

Namun, lokasi TPS baru tetap akan berada tidak jauh dari tempat asalnya agar tidak memengaruhi partisipasi pemilih.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), RT dan RW, serta aparat setempat,” katanya pada Senin (4/11/2024). Dengan begitu, TPS dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan representatif.

Taufik juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pihak terkait agar pemindahan TPS tidak terlalu jauh. “Aksesibilitas sangat penting agar warga tetap bisa menggunakan hak pilihnya, sehingga tingkat partisipasi tinggi,” ungkapnya.

Menurut Taufik, balai warga merupakan salah satu lokasi alternatif yang cukup aman jika terjadi banjir, karena tempat tersebut mudah diakses oleh warga sekitar.

“Jika TPS ditempatkan di balai warga, proses pemilihan masih dapat berlangsung meskipun musim hujan sudah tiba,” jelasnya.

Meski begitu, Taufik mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan dari RT/RW mengenai TPS yang rawan banjir di wilayah mereka.

Namun, diharapkan dalam beberapa hari ke depan sudah dapat ditentukan titik koordinat lokasi TPS yang akan dipindahkan.

“Semoga setelah 7 November 2024, titik koordinat bisa diumumkan kepada tim pemenangan pasangan calon dan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada Pemilu 2024 terdapat 14 TPS Kota Tangsel terpaksa ditunda karena terkena banjir, sehingga KPU Tangsel harus melaksanakan pemungutan suara lanjutan atau pencoblosan ulang beberapa hari kemudian.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com