Beritabanten.com – Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi Universitas Padjadjaran (Unpad), berinisial PAP (31), terus berkembang.
Sebelumnya satu korban melapor, kini jumlah korban bertambah menjadi tiga orang.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Surawan. Ia mengungkapkan bahwa dua korban tambahan dilaporkan melalui hotline yang dibuka oleh polisi.
“Ada dua korban baru yang melapor melalui hotline. Kedua korban ini merupakan pasien dan kejadian yang mereka alami berbeda dari yang sudah ditangani,” kata Kombes Pol Surawan.
Dugaan sementara, pelaku menggunakan modus yang sama dalam setiap aksi kejahatannya, yakni dengan alasan mengambil sampel darah atau DNA, kemudian membius korban hingga tak sadarkan diri sebelum melakukan pemerkosaan.
“Modus operandi pelaku rata-rata menggunakan alasan mengambil sampel darah atau DNA, lalu membius korban untuk melakukan pemerkosaan,” jelas Surawan.
Pemeriksaan awal juga menunjukkan adanya indikasi kelainan perilaku seksual pada pelaku, yang semakin diperkuat setelah PAP menjalani serangkaian pemeriksaan.
“Beberapa pemeriksaan yang dilakukan mengindikasikan pelaku memiliki kecenderungan kelainan seksual,” ungkap Surawan.
Untuk mendalami lebih lanjut, polisi berencana melibatkan ahli psikologi forensik dalam pemeriksaan selanjutnya. Sejauh ini, psikolog telah menyatakan bahwa pelaku menunjukkan tanda-tanda kelainan perilaku seksual.
Pelaku juga telah menjalani pemeriksaan psikologi forensik dan ahli psikologi. (Azk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan