Beritabanten.com — Transformasi digital yang dibangun Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Pemkot Tangsel kembali menarik perhatian daerah lain.

Adalah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, datang langsung pada pekan lalu, untuk mempelajari sistem digital E-PKK dan E-Dasawisma yang telah diterapkan Tangsel sebagai bagian dari ekosistem Satu Data Tangsel.

Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan berbasis data yang dikembangkan Tangsel tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga mulai menjadi referensi bagi daerah lain, termasuk wilayah yang dipersiapkan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin modern, digitalisasi administrasi PKK dinilai mampu menjawab kebutuhan akan data yang cepat, akurat, dan terintegrasi.

Melalui sistem tersebut, kader PKK di tingkat lingkungan dapat memasukkan berbagai data secara langsung, mulai dari kondisi kesehatan keluarga, angka stunting, hingga potensi usaha mikro masyarakat.

Bagi Kabupaten Paser, pembelajaran terhadap sistem digital yang diterapkan Tangsel menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya kebutuhan layanan publik yang cepat dan terukur.

Kehadiran IKN diproyeksikan membawa pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, serta tuntutan pelayanan pemerintahan yang lebih modern di wilayah sekitar.

Peran Penting Digitalisasi PKK

Digitalisasi administrasi PKK dinilai memiliki peran penting karena menjadi sumber data yang bersentuhan langsung dengan kondisi masyarakat di tingkat keluarga.

Melalui pemanfaatan teknologi, proses pendataan yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang dapat dilakukan lebih efisien sekaligus menghasilkan informasi yang lebih akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah.

Pengalaman Tangsel menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar.

Inovasi yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat dan didukung kolaborasi antara pemerintah, kader PKK, serta pemangku kepentingan lainnya dapat menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, menjelaskan bahwa E-PKK dan E-Dasawisma tidak sekadar berfungsi sebagai alat pencatatan administrasi.

“Data yang dihimpun kader di tingkat lingkungan bisa langsung terintegrasi ke dalam sistem. Mulai dari data stunting, kesejahteraan keluarga, hingga potensi usaha mikro dapat dipantau secara real time dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah,” ujarnya dalam rilis resmi, dilihat Rabu 17 Juni 2026.

Menurut Asep, kehadiran sistem digital tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah dapat memastikan berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan tersalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan karena seluruh data diperbarui dan diverifikasi langsung dari lapangan.

Mempercepat Respons Persoalan Masyarakat

Selain meningkatkan akurasi data, sistem ini juga mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai persoalan masyarakat. Informasi tumbuh kembang anak yang diinput kader, misalnya, dapat segera diakses fasilitas kesehatan untuk menentukan langkah intervensi yang diperlukan.

Manfaat serupa juga dirasakan pada sektor ekonomi. Data pelaku UMKM binaan PKK yang terdokumentasi secara digital membantu pemerintah daerah menyusun program pelatihan, pendampingan, hingga bantuan usaha yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Keunggulan tersebut menjadi alasan utama Kabupaten Paser ingin mempelajari lebih dalam sistem yang diterapkan Tangsel. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan IKN, kebutuhan akan pengelolaan pemerintahan berbasis teknologi menjadi semakin penting.

Rombongan Tim Penggerak PKK Kabupaten Paser diterima langsung Ketua TP PKK Kota Tangsel, Tini Indrayanthi Benyamin. Ia menyambut baik kunjungan tersebut sebagai momentum untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antardaerah.

“Setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing. Kami juga masih terus belajar. Mudah-mudahan pertemuan ini menghasilkan banyak manfaat dan memperkuat sinergi untuk kemajuan gerakan PKK,” kata Tini.

Sementara itu, Sekretaris PKK Kabupaten Paser, Yola Yusuf, mengungkapkan bahwa sebagian besar administrasi PKK di daerahnya masih dilakukan secara manual. Karena itu, pihaknya ingin melihat secara langsung bagaimana sistem informasi PKK dijalankan di Tangsel.

“Kami ingin melihat bagaimana pengelolaan sistem ini dilakukan sehingga bisa menjadi referensi untuk diterapkan di Kabupaten Paser,” ujarnya.

Tak hanya membawa pengurus PKK, Kabupaten Paser juga melibatkan tim teknis untuk mempelajari arsitektur sistem digital yang digunakan. Langkah tersebut diharapkan menjadi awal percepatan digitalisasi pelayanan masyarakat di wilayah penyangga IKN.

Dari Tangerang Selatan, sebuah praktik baik tentang pemanfaatan data dan teknologi kini berpeluang menginspirasi daerah lain. Di tengah agenda besar pembangunan IKN, kolaborasi dan pertukaran inovasi antardaerah menjadi modal penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com