Beritabanten.com – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Cilegon mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024.

Kepala Bidang Upaya Kesehatan Perorangan dan Masyarakat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Febri Naldo, mengungkapkan bahwa angka kasus DBD tahun 2024 meningkat hingga 300 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kasus DBD dari tahun 2023 sampai 2024 ada peningkatan, di tahun 2023 total kasus ada 258, sedangkan di tahun 2024 total kasus hingga Desember mencapai 951 kasus,” ujar Febri saat ditemui di kantornya pada Jumat (17/1/2025).

Menurut Febri, salah satu faktor utama penyebab peningkatan tersebut adalah perubahan siklus iklim, di mana musim kemarau panjang beralih ke musim hujan. Perubahan ini menjadi faktor yang memicu peningkatan kasus DBD.

“Perubahan siklus iklim ini jadi penyebab, karena memang sebelumnya kemarau panjang dilanjut musim hujan,” tambahnya.

Data yang ada menunjukkan bahwa peningkatan kasus DBD terjadi terutama pada bulan April hingga Juni 2024, sementara angka kasus menurun drastis pada bulan Oktober hingga Desember 2024.

Febri menjelaskan bahwa pada musim hujan, jumlah kasus DBD cenderung meningkat karena genangan air yang muncul di berbagai tempat, yang tanpa disadari menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.

“Proses pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti dari telur hingga menjadi nyamuk memakan waktu 9-14 hari,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Febri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang dapat menampung air.

“Jadi bukan hanya di dalam rumah, tapi di lingkungan sekitar juga harus peka. Kalau ada air yang tergenang, kita harus kuras, kalau ada ban kita bakar atau kubur, dan bak mandi atau penampungan air jangan lupa dikuras minimal sekali dalam seminggu,” tandasnya.

Dari total 951 kasus DBD yang tercatat pada 2024, empat warga Cilegon dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit ini. Keempat korban berasal dari Kecamatan Jombang hingga Ciwandan.

“Pemerintah Kota Cilegon terus mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga kebersihan lingkungan guna menekan angka kasus DBD yang semakin meningkat,” demikian dia menutup. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com