Beritabanten.com – Sebuah insiden tragis terjadi di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Seorang nelayan asal Citeurep, Cirebon, berinisial AG, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah akibat dugaan ledakan bom ikan yang diduga dirakitnya sendiri.

Kapolres Lampung Timur, AKBP Benny Prasetya, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.

Berdasarkan keterangan salah satu saksi, suara ledakan terdengar saat ia sedang tidur. Begitu mendengar suara tersebut, saksi tersebut keluar rumah dan mendekati sumber suara yang berada sekitar 100 meter dari kediamannya.

“Saat tiba di lokasi kejadian, korban sudah ditolong oleh warga sekitar dan langsung dibawa menggunakan ambulans desa menuju Rumah Sakit AKA Medika Sribhawono,” jelas AKBP Benny.

Meskipun korban sempat mendapatkan perawatan medis, nyawanya tidak tertolong. AG meninggal dunia akibat luka bakar serius di wajah, dada, dan tangan.

Selain menewaskan korban, ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan material. Bagian depan rumah serta atap teras rumah di lokasi kejadian mengalami kerusakan parah akibat ledakan tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden ini, sementara masyarakat di sekitar lokasi kejadian masih terkejut dengan peristiwa yang merenggut nyawa seorang nelayan tersebut. Bom ikan sendiri merupakan praktik ilegal yang berbahaya, baik bagi pelaku maupun lingkungan sekitar.(Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com