Beritabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan di berbagai titik penampungan dan lapak dalam kondisi sehat serta bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Idul Adha 2026.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi langsung bersama tim pemeriksa kesehatan hewan di sejumlah lokasi penjualan.

Benyamin yang melakukan sidak di salah lapak penjual hewan kurban di Serpong pada Selasa 19 Mei 2026, menegaskan bahwa inspeksi dilakukan untuk menjamin keamanan dan ketenangan masyarakat dalam memilih hewan kurban.

“Sejauh ini belum ditemukan adanya PMK pada hewan kurban yang diperiksa,” ujar Benyamin dalam keterangan resmi, ditulis redaksi Rabu 20 Mei 2026..

Pengawasan Ketat Kesehatan Ternak

Ia menjelaskan, pemeriksaan mencakup kondisi fisik hewan, kebersihan kandang, serta kelengkapan dokumen kesehatan ternak dari daerah asal.

Pengawasan akan dilakukan secara berkala guna mencegah potensi penyebaran penyakit hewan menjelang puncak penjualan.

Hewan kurban yang diperiksa meliputi sapi, kambing, serta sejumlah ternak lain yang umum diperdagangkan untuk Idul Adha.

Mayoritas hewan tersebut didatangkan dari berbagai daerah, antara lain Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sejumlah wilayah di Banten.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada para pedagang agar menjaga kebersihan kandang serta memastikan kondisi hewan tetap optimal selama masa penjualan berlangsung.

Benyamin turut menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan hewan kurban jenis kerbau di wilayah Tangerang Selatan. “Kerbau tidak ada di Tangerang Selatan,” katanya.

Pencatatan Terus Dilakukan

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Tangerang Selatan mencatat terdapat 53 lapak penjualan hewan kurban dengan total 4.889 ekor hewan yang telah terdata hingga Minggu (17/5/2026).

Rinciannya terdiri atas 1.202 ekor sapi, 2 ekor kerbau, 2.863 ekor kambing, dan 822 ekor domba yang tersebar di tujuh kecamatan. Kecamatan Pamulang menjadi wilayah dengan jumlah hewan terbanyak, yakni 2.153 ekor, disusul Serpong dengan 869 ekor dan Pondok Aren sebanyak 697 ekor.

Kepala UPT Puskeswan DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar, mengatakan proses pendataan masih terus berlangsung dengan melibatkan 54 kader kelurahan yang turun langsung ke lapangan bersama dokter hewan.

“Pendataan hewan kurban dilakukan oleh Bidang Peternakan DKPPP bersama 54 kader kelurahan, dan saat ini masih berjalan,” ujarnya

Ia menambahkan, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan administrasi, termasuk memastikan setiap hewan memiliki Sertifikat Veteriner (SV) dari daerah asal.

Pengawasan difokuskan pada lapak dengan populasi besar yang dinilai memiliki risiko penularan penyakit lebih tinggi. Pemeriksaan meliputi kondisi hewan yang harus aktif serta aspek fisik seperti mata, mulut, bulu, hingga bagian tubuh lainnya.

Sebagai bentuk pengawasan di lapangan, DKPPP juga memberikan penandaan berupa stiker pada lapak yang telah terdata dan dinyatakan layak.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap langkah ini dapat memastikan kesehatan hewan kurban sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menyambut Idul Adha 2026. (Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com