Beritabanten.com – Komplek Bumi Serpong Residence (BSR) di Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kembali terdampak banjir kiriman yang diduga berasal dari wilayah Bogor.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan cuaca di lokasi terpantau cerah sejak malam hingga pagi hari.

Area yang terdampak banjir tersebut membuat Masjid yang berada di pinggir Kali Angke terendam air keruh yang turut membawa berbagai jenis sampah.

Warga sekaligus pengurus lingkungan, Alex, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meningkatnya debit air dari wilayah Bogor yang mengalir melalui Kali Angke.

Menurutnya, meski tidak ada hujan di Pamulang, air tetap datang dan meluap ke permukiman warga.

“Ini kan cuaca cerah dari semalam, tapi banjir begini. Pasti debit air berasal dari kawasan Bogor, karena wilayah Pamulang tidak hujan. Ini biasa terjadi di kompleks kami,” ujarnya melalui pesan elektronik, Selasa 19 Mei 2026.

Alex menambahkan, banjir kiriman tersebut menyulitkan warga karena datang tanpa tanda-tanda hujan di wilayah setempat. Air mulai naik secara bertahap sejak pagi dan merendam jalan hingga area masjid.

“Dari pagi air bertahap datang, tidak ada dugaan akan sebesar ini sampai merendam kawasan masjid. Jalanan juga terendam, menyulitkan warga melintas,” katanya.

Warga bersama-sama berupaya menyelamatkan barang-barang di sekitar lokasi terdampak serta membersihkan sampah yang terbawa arus, seperti plastik dan potongan kayu.

“Kami berusaha agar banjir tidak menimbulkan kerugian lebih besar, terutama pada fasilitas umum seperti balai warga, tempat pengumpulan sampah, dan halaman masjid,” tegasnya.

Petugas dari Pemerintah Kota Tangsel juga dilaporkan telah datang ke lokasi setelah warga melaporkan kejadian melalui grup WhatsApp dan media sosial.

“Alhamdulillah petugas Pemkot Tangsel sudah datang setelah kami kirimkan foto-foto banjir ke grup komplek,” ujarnya.

Pihak warga berencana berkoordinasi lebih lanjut dengan petugas untuk mencari langkah antisipasi terhadap banjir kiriman yang kerap terjadi tersebut.

“Kami terus memantau kondisi terkini dan akan mengikuti arahan petugas untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Ditengarai, banjir kiriman seperti ini juga membawa sejumlah risiko lanjutan bagi warga. Air yang meluap berpotensi mengandung bakteri dan zat pencemar dari hulu sungai, sehingga meningkatkan risiko penyakit kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan, terutama bagi warga yang bersentuhan langsung dengan air banjir.

Selain itu, arus air yang tiba-tiba datang dapat merusak infrastruktur lingkungan seperti jalan, drainase, dan fasilitas umum. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga, menghambat mobilitas, serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara dan pejalan kaki akibat jalan yang tergenang dan licin. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com