Beritabanten.com — Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama lintas sektor dalam menangani persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) dan keterbatasan akses air bersih di Provinsi Banten, terutama di tengah pesatnya pembangunan perumahan mewah.
“Kita semua sudah bekerja, tapi kita perlu meningkatkan konsolidasi dan kolaborasi agar dampaknya lebih terasa bagi masyarakat,” ujar Gubernur Andra Soni, Kamis (7/8/2025).
Pernyataan ini disampaikan menyusul realisasi program renovasi RTLH dan pembangunan instalasi air bersih di Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (6/8).
Andra menekankan bahwa penyelesaian persoalan RTLH tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pengembang properti, untuk berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial di sekitarnya.
“Pertumbuhan kawasan elit tidak boleh menjadi kontras mencolok dengan kondisi masyarakat sekitar yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Ini harus kita benahi bersama,” tegasnya.
Menurut Andra, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari sisi infrastruktur fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat menikmati kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal yang layak dan akses air bersih yang memadai.
Program renovasi RTLH dan pembangunan instalasi air bersih di Desa Sindang Panon ini merupakan inisiatif dari Yayasan Bahtera Maju Indonesia. Ketua Pembina yayasan, Budi Karya Sumadi — yang juga mantan Menteri Perhubungan RI (2014–2024) — menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan Semai Karakter Iman dan Taqwa (Semarak) Banten.
“Meski Banten dekat dengan Jakarta, masih banyak wilayah yang perlu perhatian. Ini bentuk tanggung jawab sosial kami,” ujar Budi.
Yayasan tersebut telah merenovasi sebanyak 40 rumah dan membangun sistem air bersih untuk satu RW di wilayah Banten. Selain itu, mereka juga menginisiasi berbagai program sosial lain, seperti bersih-bersih tempat ibadah, distribusi makanan melalui program Jumat Berkah, dan pengentasan buta huruf Al-Qur’an.
Pepen, salah satu warga penerima bantuan dari Kampung Kendala Lamping, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterima.
“Alhamdulillah, semua bantuan yang kami terima sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ucapnya dengan penuh syukur.
Gubernur Andra berharap, inisiatif semacam ini bisa terus dikembangkan dan diperluas, agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan taraf hidup mereka meningkat secara nyata. (Nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan