Beritabanten.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Banten, mencatat sebanyak 131 kasus HIV/AIDS sepanjang tahun 2024 yang terdeteksi melalui pemeriksaan dan skrining yang dilakukan oleh Dinkes setempat.

Pengelola Program HIV Dinkes Kota Cilegon, Sugiono, mengungkapkan bahwa dari 131 kasus tersebut, 60 di antaranya merupakan pendatang yang bekerja di Cilegon, sementara 71 kasus lainnya berasal dari masyarakat Kota Cilegon sendiri.

“Karena di Cilegon mobilitas masyarakat cukup tinggi, banyak pendatang yang datang dan setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya positif HIV,” kata Sugiono, Selasa (4/3/2025).

Sugiono menambahkan bahwa untuk penderita HIV/AIDS yang berasal dari Cilegon, mereka masuk dalam kategori populasi umum.

Sementara itu, sebagian besar penderita yang merupakan pendatang, banyak yang berasal dari kelompok lelaki seks lelaki (LSL).

“Kelompok LSL di Cilegon memang semakin banyak, banyak pendatang dengan orientasi seksual sesama jenis datang ke sini untuk mencari pasangan,” ujarnya.

Mengenai pekerja seks komersial (PSK), Sugiono mengakui bahwa pihaknya saat ini kesulitan untuk mendeteksi keberadaan mereka. Hal ini disebabkan karena banyak tempat yang sebelumnya menjadi lokasi perkumpulan PSK telah dibongkar.

“Kami bukan berarti kehilangan jejak mereka, tetapi sekarang mereka sudah berpindah-pindah tempat, sehingga pemetaan menjadi lebih sulit,” jelasnya.

Sugiono juga menyampaikan bahwa Dinkes Kota Cilegon melalui 9 Puskesmas yang ada telah melakukan penjaringan dan skrining HIV/AIDS di berbagai lokasi, serta memberikan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah.

“Kami terus melakukan kampanye di masyarakat dan di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya HIV/AIDS,” tambahnya.

Dinkes Kota Cilegon terus berupaya untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS di wilayahnya melalui berbagai program dan penyuluhan yang lebih intensif kepada masyarakat. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com