Beritabanten.com – Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Indonesia memiliki Unit Anjing Pelacak (K-9), memiliki anjing berprestasi yang bernama Andro, Labrador Retriever berusia 9 tahun, yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat total 2,6 ton.
Labrador Retriever sering dipilih sebagai anjing pelacak DJBC karena indra penciumannya yang tajam, kecerdasan, mudah dilatih, dan sifatnya yang ramah. Anjing jenis ini juga mudah beradaptasi dengan iklim Indonesia dan memiliki kebutuhan perawatan yang rendah.
“Anjing paling berprestasi di DJBC saat ini adalah Andro. Ia pernah menggagalkan 2,6 ton sabu dalam dua operasi terpisah,” ungkap Direktur Interdiksi Narkotika DJBC, Syarif Hidayat, kepada media di Pusat Pelatihan Anjing Regional (RDTC) di Rawamangun, Jakarta Timur.
Setelah menyelesaikan pelatihan dasar Detector Dog pada tahun 2016, Andro ditempatkan di Kantor Pusat DJBC dan rutin bertugas mendeteksi narkotika di Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok, serta Kantor Pos Pasar Baru. Di penugasan awal, Andro mendeteksi 3,5 gram hasis yang diselundupkan melalui paket kiriman di Kantor Pos Pasar Baru.
Pada 2017, DJBC menerima informasi bahwa metode penyelundupan narkotika mulai beralih ke jalur laut dengan modus penyimpanan dalam kapal. Berdasarkan informasi ini, DJBC meluncurkan pelatihan khusus “Marine Dog” untuk pelacakan kapal.
Berkat keunggulannya, Andro terpilih sebagai satu-satunya anjing yang mengikuti pelatihan ini, dan pada awal 2018, ia dipindahkan ke KPBC Batam setelah menyelesaikan pelatihan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Aktivitas Polisi Republik Indonesia (Polri) dalam menjalankan tugas pengamanan memerlukan bantuan hewan pelacak. Selama ini yang diandalkan adalah hewan jenis anjing yang mampu mengendus hingga menangkap ojek kepolisian
Anjing pelacak berjumlah lima di bawah ini telah banyak membantu tugas Polri dalam mengamankan lokasi pencarian target, acara kenegaraan sampai dikirim ke Taman Wisata Ujung Kulon.
1. Lilu
Sepak terjang Anjing betina jenis German Sepherd bernama Lilu menemani Polri dalam menuntaskan berbagai kasus kejahatan. Dia selalu setia kepada pawangnya, Bripka Hari Yunianto kerap dilibatkan dalam perburuan narkoba.
Sejumlah kasus besar narkoba sebut saja pengungkapan sabu asal Cina seberat 195 kg di Kompleks Pergudangan Cikarang pada 2020, lalu penggagalan peredaran sabu jaringan Sumatera-Jawa seberat 40 kg di Pelabuhan Bakauheni Lampung pada 2022.
Kemudian pengungkapan 80 kg sabu serta 1.006 butir ekstasi milik jaringan Sumatera-Jawa di Pelabuhan Bakauheni pada 2024
“Lilu merupakan K9 dengan kualifikasi pelacak narkotik yang lahir 5 Mei 2017,” ucap Direktur Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri Brigjen Ahmad Subarkah dalam keterangannya, kemarin.
2. Wibawa
Subarkah menuturkan pihaknya memiliki K9 andalan lainnya yakni Wibawa (9), anjing jantan ras Malinois yang tak kalah handal dalam melacak. Wibawa, jelas Subarkah, merupakan anjing pelacak kualifikasi umum.
“Wibawa lahir 4 Januari 2015. Tahu kasus perburuan cula Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon. Nah Wibawa ikut dalam pelacakan barang bukti bahkan penangkapan pelaku yang saat itu buron,” jelas dia.
Subarkah menjelaskan pada Mei 2024, Wibawa mengikuti kegiatan penyelidikan dan penyidikan pemburu cula Badak Jawa. Kala itu Kepala Balai TN Ujung Kulon menyurati Direktorat Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri.
“Dia berhasil menemukan senjata api, 3 senjata locok dan 4 senjata angin di saung warga. Setelah itu atas bantuannya, tim juga menemukan pelaku DPO atas nama Atang (29),” terang Subarkah.
3. Roby
Selanjutnya ada K9 bernama Roby, yang sempat bersama Wibawa mencari jejak DPO pemburu Badak Jawa di TN Ujungkulon. Roby adalah anjing ras German Sepherd.
“Roby kualifikasinya sama dengan Wibawa,” tutur Subarkah.
4. Arco
Selain kualifikasi narkoba dan umum, Dirpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri juga memiliki Arco (7), si pelacak handal bahan peledak (handak). Anjing jantan ras Malinois yang lahir 17 Januari 2017 silam ini sudah wara-wiri dalam penugasan pengamanan acara-acara kenegaraan.
“Pam (pengamanan) Pilpres dan Pelantikan Presiden-Wapres 2018/2019, pam Asian Games 2018, pam Ops Lilin 2019, pam Ops Ketupat 2020, pam dan sterilisasi Rutan Mako Brimob saat kerusuhan mereda,” papar Subarkah tentang sepak terjang Arco.
Subarkah melanjutkan Arco juga terlibat pengamanan dan steriliasi Istana Bogor saat ada kunjungan tamu kenegaraan, KTT G20 di Bali, WSBK serta MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok NTB, KTT Asean di Labuan Bajo NTT dan Jakarta.
Termasuk, sambung Subarkah, pengamanan KTT AIS di Bali dan terbaru adalah ikut mengamankan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Lupita
5. Lupita
K9 andalan berikutnya, tutur Subarkah, ialah Lupita (9), anjing betina ras Labrador yang memiliki kemampuan pelacakan search and rescue (SAR). Dia bersama pawangnya Aipda Hamid dikerahkan kegiatan pelacakan korban bencana alam di dalam maupun luar negeri.
“Ini (Lupita) hitungannya sudah senior juga, sudah 9 tahun lebih. Dia kita turunkan saat Operasi Aman Nusa II 2018, saat itu di Lombok NTB ada bencana gempa, pencarian korban gedung runtuh di Jakbar 2019, yang terakhir kemarin Operasi Aman Nusa saat Gunung Semeru erupsi tahun ini,” pungkas dia. Azk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan