Beritabanten.com – Pengrusakan kaca mobil jurnalis yang terjadi di Jalan Pattimura, belakang Mabes Polri pada Senin (5/8/2024) malam menurut Anggota DPRI Adian Napitupulu bukan hal sepele. Itu merupakan ancaman pada kebabasan dan demokrasi
“Kalau dilihat dari lokasinya, sepertinya peristiwa itu tidak bisa dianggap sebagai kekerasan biasa,” ujarnya lewat keterangan tertulis kepada media, di Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Dia bahkan menduga ada pesan dari si pelaku kepada korban bahwa tidak ada tempat yang aman di Indonesia.
“Mungkin saja ada pesan dari si pelaku yang ingin menyampaikan tidak ada tempat aman di Indonesia,” keluhnya.
Oleh karena itu, kata dia, peristiwa itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena wujud jelas ancaman terhadap kebebasan berbicara dan ancaman terhadap hak Rakyat untuk mendapatkan informasi.
Menurutnya, itu juga merupakan ancaman terhadap kebebasan, bahkan bisa dikategorikan sebagai ancaman terhadap demokrasi di Indonesia.
“Saya berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk menangkap si pelaku kekerasan terhadap Jurnalis Bocor Alus sesegera mungkin,” pinta dia.
“Dan memastikan apa motif dan tujuannya termasuk aktor intelektual jika kekerasan tersebut merupakan order yang diberikan aktor intelektual pada para pelaku,” sambungnya.
Kader Megawati Soekarno putri ini lebih jauh melihat motif, tujuan dan aktor intelektual yang mungkin saja ada di balik peristiwa tersebut.
“Rakyat bisa melihat peristiwa tersebut berdiri sendiri atau merupakan rangkaian perbuatan yang sistemik dan terorganisir untuk menyandera hak atas kebebasan,” pungkas Adian.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan