Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan Indonesia Responsible Business Awards (IRBA) 2026 atas kontribusi program yang dinilai memberikan dampak bagi penerima manfaat, khususnya melalui program pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Temu Forum Indonesian Responsible Business dan Penghargaan IRBA 2026 bertema “Strengthening Sustainable Business Competitiveness through Human Rights Due Diligence and Carbon Readiness in Responding to Global Market Dynamics” di Financial Hall Lantai 2, Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).

Pimpinan bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus tantangan bagi BAZNAS untuk terus memperbaiki kualitas program agar semakin memberikan dampak kepada masyarakat.

“Saya kira ini challenging buat BAZNAS. Penghargaan ini sebagai motivasi terhadap BAZNAS untuk terus mendrive program-program profuktif dan berdampak,” ujar Syarifuddin.

Menurutnya, penghargaan tersebut juga menunjukkan bahwa program yg memiliki multiplier effect itu jauh lebih bermakna dan terasa bagi masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian dalam penilaian IRBA 2026 adalah PLTMH.

“PLTMH itu dampaknya luar biasa. Orang yang belum dapat akses listrik, kita bikinkan PLTMH, itu banyak sekali efeknya. Dari aspek pengembangan ekonomi, pendidikan, dan program dakwah,” jelasnya.

Syarifuddin menambahkan, dampak tersebut membuka peluang pengembangan aneka usaha, akses informasi & komunikasi, waktu malam bisa untuk belajar dan mengaji”.

Ia berharap penghargaan IRBA 2026 menjadi motivasi bagi BAZNAS dalam menyusun program prioritas pada 2027, termasuk dengan memperkuat program yang memiliki dampak terhadap lingkungan.

“Ini tantangan untuk kita dalam menyusun program di tahun 2027. Kita harus pastikan program-program yang semodel dengan ini bisa dimasukkan sebagai bagian dari program prioritas,” tuturnya.

Selain PLTMH, BAZNAS juga memiliki program Bank Sampah yang menurut Syarifuddin perlu dikembangkan agar memberikan dampak lingkungan dan ekonomi yang lebih besar. Program tersebut diarahkan tidak hanya pada pengurangan sampah, tetapi juga menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai guna.

“Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus memperbaiki diri dalam rangka memastikan bahwa program-program BAZNAS itu jauh lebih impactful, lebih berdampak kepada masyarakat penerima manfaat kita,” pungkasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com