Beritabanten.com— Bagi Neneng Rostiani, kesempatan untuk duduk di bangku kuliah bukan sekadar soal mendapatkan gelar akademik. Bagi guru MIS Nurul Ibad, Desa Talagasari, Kabupaten Tangerang, kuliah adalah kesempatan untuk kembali belajar, meningkatkan kemampuan, sekaligus membawa pengetahuan baru ke ruang kelas tempat ia mendidik anak-anak.
Neneng menjadi salah satu dari 40 guru madrasah yang menerima Program Beasiswa Madrasah Gemilang yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Kementerian Agama di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (8/9/2026).
Rasa bahagia bercampur syukur dirasakan Neneng. Sebab, untuk pertama kalinya ia akan merasakan pengalaman menjadi mahasiswa.
“Perasaan saya bahagia, bersyukur, dan tidak menyangka bisa mendapat beasiswa. Semoga langkah ini membawa berkah dan manfaat nyata,” ujar Neneng.
Melalui program tersebut, Neneng memilih jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAI Syekh Manshuruddin Pandeglang, Banten. Ia bahkan tengah mempersiapkan diri mengikuti masa orientasi mahasiswa pada 26 September mendatang.
Bagi Neneng, kesempatan tersebut menjadi langkah baru dalam perjalanan pengabdiannya sebagai guru madrasah.
Harapannya sederhana, ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah nantinya tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.
“Semoga pemerintahan Kabupaten Tangerang semakin maju, jaya, gemilang dan bisa terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tangerang,” katanya.
Bukan Sekadar Beasiswa
Cerita Neneng menjadi gambaran kecil dari tujuan yang ingin dicapai Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Program Beasiswa Madrasah Gemilang.
Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada guru madrasah yang belum memiliki gelar S1 maupun guru yang jenjang pendidikannya belum linier untuk melanjutkan pendidikan.
Sebanyak 40 guru menjadi penerima pada tahap awal program tersebut.
Bupati Tangerang Moch. Maesal Rasyid mengatakan, program beasiswa itu merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik di lingkungan madrasah.
Menurut Maesal, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dilakukan dengan membangun sarana dan prasarana. Kualitas guru menjadi bagian penting yang menentukan bagaimana proses pendidikan berlangsung dan bagaimana peserta didik mendapatkan pembelajaran.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan Ibu Menteri Agama dalam rangka meluncurkan beasiswa untuk guru-guru madrasah di Kabupaten Tangerang. Sumber dananya ini dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang diberikan hibah kepada Kementerian Agama,” ungkap Maesal.
Ia menyebut program tersebut menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah, guru agama Islam dan guru Raudhatul Athfal (RA).
Melalui pendidikan lanjutan, para guru diharapkan memiliki kompetensi yang semakin baik sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran dan peserta didik.
“Inovasinya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah, guru agama Islam, dan guru RA melalui kuliah gratis, sehingga insyaallah anak-anak kita akan semakin cerdas dan menjadi SDM unggulan,” katanya.
Membuka Jalan bagi Guru yang Belum Sarjana
Ada persoalan yang coba dijawab melalui program ini. Tidak semua guru madrasah memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Karena itu, beasiswa tersebut diarahkan kepada guru yang belum memiliki gelar S1 maupun mereka yang sudah menempuh pendidikan S1 tetapi belum sesuai atau belum linier dengan bidang yang diajarkan.
Maesal mengatakan, program tersebut tidak berhenti pada 40 penerima.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana menambah kuota penerima pada tahun-tahun berikutnya.
“Secara teknis, beasiswa ini diberikan kepada 40 guru madrasah yang belum memiliki gelar S1, atau yang jenjang S1-nya belum linier. Insyaallah, pada tahun-tahun berikutnya kuota penerima beasiswa ini juga akan terus kita tambahkan,” ujarnya.
Dengan demikian, Beasiswa Madrasah Gemilang bukan hanya menjadi program pendidikan bagi puluhan guru, tetapi juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang terhadap kualitas generasi yang mereka didik.
Sebab, satu guru yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensinya dapat membawa dampak lebih luas kepada para siswa di ruang kelas.
Investasi Menuju Indonesia Emas
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, yang mewakili Menteri Agama Republik Indonesia, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memberikan dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru madrasah.
Ia mengingatkan agar program beasiswa tersebut dikelola dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi penerimanya.
Ada tiga pesan yang disampaikan Helmi kepada para penerima beasiswa.
Pertama, beasiswa harus dipandang sebagai investasi menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ketiga, dukungan keluarga juga diperlukan agar para guru yang melanjutkan pendidikan tetap mampu menjaga ketahanan keluarga.
“Saya sampaikan tiga pesan. Pertama, jadikan beasiswa ini investasi menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, kelola beasiswa ini secara transparan dan akuntabel. Ketiga, para suami harus mendukung istri yang kuliah untuk menjaga ketahanan keluarga, karena dari sanalah kualitas bangsa ditentukan,” tegasnya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak berdiri sendiri. Ada guru yang harus terus belajar, ada keluarga yang perlu memberikan dukungan, serta ada pemerintah yang harus memastikan akses pendidikan dapat terbuka lebih luas.
Ketika Guru Kembali Menjadi Murid
Di balik seremoni peluncuran beasiswa, terdapat cerita tentang para guru yang kembali mengambil posisi sebagai murid.
Mereka yang selama ini berdiri di depan kelas, menjelaskan pelajaran dan mendampingi peserta didik, kini harus kembali membuka buku, mengikuti perkuliahan dan menjalani proses akademik.
Bagi Neneng, perjalanan itu baru akan dimulai.
Bangku kuliah yang sebelumnya mungkin hanya menjadi harapan, kini berada di depan mata. Ada tanggung jawab baru yang menanti, tetapi juga ada peluang untuk membawa perubahan di tempat ia mengabdi.
Program Beasiswa Madrasah Gemilang pada akhirnya bukan hanya tentang biaya kuliah yang ditanggung pemerintah. Lebih jauh, program tersebut membuka ruang bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas diri.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap peningkatan kompetensi tenaga pendidik tersebut dapat berujung pada meningkatnya mutu pembelajaran dan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Sebab, pendidikan yang baik selalu bermula dari orang-orang yang bersedia terus belajar.
Dan bagi 40 guru penerima Beasiswa Madrasah Gemilang, perjalanan untuk terus belajar itu kini mendapatkan jalan yang lebih terbuka. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan