Beritabanten.com – Pemangkasan anggaran hibah tidak menyurutkan semangat Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangerang Selatan dalam membina qori dan qoriah. Meski alokasi hibah tahun 2026 turun lebih dari separuh, program pembinaan generasi Qurani dipastikan tetap berjalan secara berkelanjutan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Tangerang Selatan, Rizkiyah, mengatakan dana hibah LPTQ tahun ini turun dari Rp11 miliar menjadi Rp4,75 miliar sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Penurunannya memang cukup besar. Namun, kami memastikan program pembinaan tetap berjalan karena ini merupakan investasi untuk melahirkan generasi Qurani yang berkualitas,” kata Rizkiyah, dilihat dalam rilis resmi pada Sabtu (18/7/2026).

Menurut Rizkiyah yang juga menjabat Sekretaris Umum LPTQ Tangsel, anggaran yang tersedia diprioritaskan untuk pembinaan peserta mulai dari tingkat kecamatan hingga kota, termasuk persiapan kafilah yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Banten.

Ia menjelaskan, pembinaan berjenjang tetap menjadi fokus utama agar regenerasi qori dan qoriah terus berlangsung. Melalui pola tersebut, bibit-bibit unggul di cabang tilawah, tahfiz, tafsir, hingga cabang lainnya dapat terus dipersiapkan menghadapi kompetisi.

“Pembinaan di setiap kecamatan tetap kami jalankan agar proses regenerasi tidak terputus. Kami ingin prestasi Tangsel tetap terjaga meskipun anggaran lebih terbatas,” ujarnya.

Selain pembinaan peserta, LPTQ juga mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendukung, seperti pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), pendidikan dan pelatihan dewan hakim, serta uji kompetensi para pembina.

“Keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh peserta. Pembina, dewan hakim, dan seluruh perangkat pendukung juga harus memiliki kompetensi yang baik,” jelasnya.

Rizkiyah menuturkan, Tangsel memiliki rekam jejak membanggakan di ajang MTQ Provinsi Banten dengan delapan kali meraih juara umum, menjadikannya salah satu daerah tersukses dalam sejarah penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi.

Meski dalam beberapa tahun terakhir belum kembali menjadi juara umum, kontribusi kafilah Tangsel tetap konsisten, termasuk mewakili Provinsi Banten pada MTQ tingkat nasional.

“Prestasi itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sehingga Tangsel tetap mampu melahirkan qori dan qoriah berprestasi,” katanya.

Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan bagian dari syiar Islam dan upaya membangun budaya mencintai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya meraih juara, tetapi bagaimana semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Kota Tangerang Selatan KH Muhammad Sobron Zayyan mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembinaan maupun hasil MTQ tingkat Provinsi Banten.

Evaluasi tersebut mencakup sistem pembinaan, mekanisme seleksi peserta, kualitas pembina, hingga kinerja official kafilah. Selain itu, LPTQ juga menyoroti sejumlah aspek teknis penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi yang dinilai masih perlu diperbaiki.

“Kami juga mengevaluasi faktor eksternal, seperti keterlambatan petunjuk teknis, mekanisme perekrutan dewan hakim, hingga penunjukan panitera dan operator majelis. Semua hasil evaluasi itu menjadi bahan perbaikan ke depan agar prestasi Tangsel semakin meningkat,” kata Sobron. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com