Beritabanten.com – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkapkan keheranannya setelah mengetahui laporan keuangan BGN tahun anggaran 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pernyataan tersebut disampaikan Agustina dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI pada Jumat, 17 Juli 2026, saat membahas pengelolaan anggaran dan kinerja lembaga tersebut.

Dalam rapat tersebut, Agustina mempertanyakan bagaimana BGN dapat memperoleh opini tertinggi dari BPK, sementara pada saat yang sama masih terdapat persoalan terkait tingkat penyerapan anggaran. Ia menyoroti kondisi ketika anggaran yang telah tersedia belum sepenuhnya terealisasi, tetapi sebelumnya juga terdapat pembahasan mengenai kebutuhan tambahan anggaran.

Menurut Agustina, realisasi anggaran BGN pada tahun 2025 masih berada di kisaran 66 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan adanya perbedaan antara penilaian terhadap laporan keuangan dengan efektivitas pelaksanaan program dan pemanfaatan anggaran di lapangan.

Namun, opini WTP dari BPK tidak secara langsung menunjukkan bahwa seluruh program telah berjalan tanpa kendala. Predikat tersebut lebih menilai kewajaran penyajian laporan keuangan, kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, serta kepatuhan terhadap aturan dalam pengelolaan keuangan negara.

Peristiwa ini kembali menyoroti perbedaan antara kualitas laporan keuangan dan efektivitas penggunaan anggaran. Sebuah lembaga dapat memperoleh opini audit yang baik, tetapi tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sorotan terhadap BGN menjadi semakin penting karena lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keberhasilan BGN tidak hanya diukur dari capaian administratif dan predikat audit, tetapi juga dari sejauh mana anggaran negara mampu mendukung pelaksanaan program yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Pengelolaan anggaran yang transparan dan efektif menjadi tantangan utama bagi BGN ke depan. Keseimbangan antara kepatuhan terhadap aturan keuangan, percepatan realisasi anggaran, dan pencapaian tujuan program menjadi hal penting agar kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut tetap terjaga.

Dengan adanya evaluasi terhadap serapan anggaran dan pelaksanaan program, BGN diharapkan mampu memperbaiki tata kelola serta memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan tujuan pembangunan nasional. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com