Beritabanten.com – Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kessos) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat kiprahnya sebagai salah satu program studi unggulan di bidang pekerjaan sosial. Selain dikenal sebagai salah satu prodi yang diminati calon mahasiswa, Kessos UIN Jakarta juga mengembangkan kekhasan akademik melalui bidang Correctional Social Work atau Pekerjaan Sosial Koreksional.

Penguatan bidang tersebut menjadi langkah strategis UIN Jakarta dalam menjawab kebutuhan perkembangan sistem sosial dan hukum di Indonesia. Melalui pendekatan pekerjaan sosial koreksional, mahasiswa dipersiapkan untuk memiliki kompetensi dalam bidang rehabilitasi, pendampingan, pemulihan, serta reintegrasi sosial bagi individu yang berhadapan dengan hukum.

Sebagai bagian dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Jakarta telah lama menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu kesejahteraan sosial. Program studi ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori, tetapi juga kemampuan praktis seperti asesmen sosial, konseling, pemberdayaan masyarakat, advokasi kebijakan, hingga intervensi sosial terhadap individu, keluarga, kelompok, dan komunitas.

Salah satu kekuatan utama Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Jakarta terletak pada tradisi praktik lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pendampingan masyarakat, penelitian sosial, praktik pekerjaan sosial, serta kerja sama dengan lembaga pemerintah maupun organisasi sosial.

Pendekatan tersebut membuat lulusan Kesejahteraan Sosial UIN Jakarta memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik dan keterampilan profesional yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Di tengah perkembangan ilmu pekerjaan sosial modern, UIN Jakarta kemudian memperkuat identitas akademiknya melalui pengembangan Correctional Social Work sebagai bidang unggulan. Bidang ini menjadi pembeda dibandingkan sejumlah program studi kesejahteraan sosial lainnya di Indonesia

Dalam praktik internasional, Correctional Social Work merupakan cabang pekerjaan sosial yang berfokus pada pendampingan individu dalam sistem peradilan pidana. Ruang lingkupnya mencakup pelayanan terhadap narapidana, anak yang berkonflik dengan hukum, penyalahguna narkotika, mantan warga binaan, serta kelompok rentan yang membutuhkan rehabilitasi dan dukungan untuk kembali menjalankan fungsi sosialnya.

Pekerja sosial koreksional memiliki peran dalam melakukan asesmen psikososial, konseling, penyusunan program rehabilitasi, pendampingan keluarga, hingga membantu proses reintegrasi sosial. Pendekatan ini menempatkan pemulihan dan perubahan perilaku sebagai bagian penting dalam sistem peradilan, bukan hanya mengedepankan aspek penghukuman.

Pengembangan bidang Correctional Social Work di UIN Jakarta mendapat penguatan melalui kegiatan akademik yang digelar Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi pada 2025 dengan tema “Pekerjaan Sosial Koreksional sebagai Bidang Unggulan Prodi Kesejahteraan Sosial.” Dalam forum tersebut, penguatan bidang ini dipandang sebagai strategi membangun distingsi akademik sekaligus menjawab kebutuhan Indonesia terhadap tenaga pekerja sosial profesional di bidang pemasyarakatan dan peradilan.

Gagasan menjadikan Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Jakarta sebagai Center of Excellence pengembangan Correctional Social Work di Indonesia juga muncul sebagai bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik dan profesional di bidang tersebut.

Langkah ini dinilai relevan dengan perubahan paradigma sistem pemasyarakatan Indonesia yang kini tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pembinaan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial. Perubahan tersebut membutuhkan tenaga profesional yang memiliki pemahaman mendalam mengenai aspek sosial, psikologis, dan kemanusiaan dalam proses pemulihan warga binaan.

Melalui penguatan Correctional Social Work, lulusan Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Jakarta memiliki peluang berkarier di berbagai sektor, mulai dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan (Bapas), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), lembaga rehabilitasi, Kementerian Sosial, pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, hingga lembaga internasional yang bergerak di bidang pelayanan sosial dan hak asasi manusia.

Keunggulan lain yang dikembangkan UIN Jakarta adalah integrasi antara ilmu pekerjaan sosial modern dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Mahasiswa tidak hanya dibentuk menjadi tenaga profesional yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memiliki empati, etika profesi, dan perspektif kemanusiaan dalam menghadapi persoalan sosial.

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap pendekatan restorative justice dan rehabilitative justice, pengembangan Correctional Social Work menjadi semakin penting. Pekerja sosial kini memiliki peran strategis dalam membangun sistem peradilan yang lebih humanis, adil, dan berorientasi pada pemulihan.

Dengan penguatan bidang tersebut, Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak hanya menjadi pilihan pendidikan bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami ilmu kesejahteraan sosial, tetapi juga menjadi salah satu pelopor pengembangan Pekerjaan Sosial Koreksional di Indonesia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com