Beritabanten.com – Guru mengaji di Kabupaten Serang kini bisa bernafas panjang. Suara anak-anak mengaji setiap petang tanpa akan makin mengggema pasca instentif daerah mamanjakan guru mengaji.

Sebelumnya, sebagian dari mereka bertahun-tahun menjalankan peran itu dengan penghasilan yang jauh dari cukup.

Angin  segar tersebut datang darti Pemerintah Kabupaten Serang atau Pemkab Serang yang berani  menaikkan insentif bagi ribuan guru ngaji dan guru madrasah sebesar 50 persen.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, yang membuka Milad ke-20 Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya Kabupaten Serang, Senin, 18 Mei 2026, mengakui insenstif sebagai cara terbaik membaut guru ngaji lebih semangat mengajar.

Waktu itu, di hadapan para tenaga pendidik keagamaan, Zakiyah menyebut guru madrasah dan guru ngaji memiliki posisi penting dalam menjaga fondasi moral masyarakat di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

“Guru madrasah dan guru ngaji hadir sebagai benteng moral sekaligus pilar intelektual,” kata Bupati Rahmatuzakiyyah, dalam rilis tersiar luas, dikutip redaksi Selasa 19 Mei 2026.

Kenaikan insentif itu diberikan kepada 7.355 guru madrasah dan 8.686 guru ngaji di Kabupaten Serang. Guru Madrasah Diniyah Awaliyah yang sebelumnya menerima Rp 200 ribu per bulan kini memperoleh Rp 300 ribu. Sementara insentif guru ngaji dan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an naik dari Rp 100 ribu menjadi Rp 150 ribu per bulan.

Pemerintah daerah juga memberikan tambahan insentif kepada ribuan guru non-aparatur sipil negara pada jenjang pendidikan keagamaan formal, mulai tingkat Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, hingga Madrasah Tsanawiyah.

Meski nilainya belum besar, kebijakan itu menjadi pengakuan bahwa pendidikan keagamaan selama ini berjalan di atas pengabdian yang panjang. Banyak guru ngaji di desa-desa tetap mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an meski harus membagi waktu dengan pekerjaan lain demi memenuhi kebutuhan hidup.

Zakiyah mengakui peningkatan insentif tersebut belum sebanding dengan dedikasi para tenaga pendidik keagamaan. Namun pemerintah daerah berharap tambahan itu dapat sedikit meringankan beban ekonomi sekaligus menjaga semangat mengajar mereka.

“Kami berharap kapasitas fiskal daerah semakin kuat agar pemerintah bisa lebih menyejahterakan para tenaga pendidik di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda, pemerintah daerah juga meminta madrasah tidak sekadar menjadi ruang belajar agama, melainkan pusat pembentukan karakter.

Menurut Zakiyah, madrasah perlu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga ketahanan moral dan daya saing.

“Jadikan madrasah sebagai pusat perubahan yang melahirkan generasi tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia,” kata dia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com