Beritabanten.com – Setahun telah berlalu sejak Andra-Dimyati menjabat sebagai Gubernur Banten. Sejak awal kampanye, ia menjanjikan pembangunan infrastruktur yang merata, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi lokal, dan lingkungan yang lebih bersih. Publik menunggu apakah janji-janji tersebut akan benar-benar diwujudkan atau hanya menjadi retorika politik belaka.

Meski ada beberapa proyek infrastruktur, masih banyak ruas jalan di Banten yang rusak parah, terutama di Pandeglang, Lebak, Serang dan Kabupaten Tangerang. Lubang dan jalan bergelombang mengganggu keselamatan pengguna jalan, dan kondisi ini diperparah oleh truk berat yang melintas tanpa pembatasan muatan. Warga menilai janji perbaikan jalan masih jauh dari kenyataan.

Pelayanan publik dan birokrasi juga menjadi sorotan. Keluhan maladministrasi masih sering terdengar, terutama pada layanan administrasi, pendidikan, dan kependudukan. Antrean panjang dan respon yang lambat menunjukkan masih adanya celah dalam pengelolaan pelayanan publik.

Program pemberdayaan ekonomi lokal dan UMKM, meski berjalan, belum sepenuhnya efektif. Beberapa pasar dan program bantuan baru berjalan di titik-titik tertentu, sehingga sebagian pelaku usaha masih merasa kurang tersentuh. Masyarakat menilai implementasi janji ekonomi lokal masih perlu pengawasan lebih intens.

Sektor pendidikan dan kesehatan juga mendapat kritik. Beberapa fasilitas mulai diperbaiki, namun distribusi tenaga guru, dokter, dan obat masih belum merata, terutama di daerah terpencil. Warga menuntut agar janji peningkatan kualitas layanan sosial tidak hanya menjadi wacana.

Pengelolaan pariwisata dan lingkungan juga menuai kekecewaan. Destinasi wisata dipromosikan, namun fasilitas dan kualitas pelayanan belum sesuai ekspektasi. Masalah sampah dan drainase yang lama menjadi sorotan, karena sebelumnya mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.

Di sisi lain, Pemprov program pembangunan infrastruktur strategis, perbaikan sekolah, dan fasilitas pasar yang mulai berjalan menunjukkan niat serius Pemprov untuk menepati janji awal. Transparansi melalui kanal aspirasi warga juga mulai diperkuat, sehingga publik bisa memantau progres program yang sedang berlangsung. Ada banyan kritik, ada kerja tapi dirasakan sedikit. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com