Beritabanten.com – Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Didi Apriadi menegaskan keberlanjutan investasi di wilayah bencana Sumatera.
Keberlanjutan investasi yang tergantung kepada kepercayaan itu, tetap terjaga karena pihaknya terus melakukan berbagai upaya, baik di luar maupun di dalam negeri.
Dirinya yang diundang dalam hajatan Garuda TV bertajuk ‘Indonesia Kita, Merajut Kebangsaan, Solidaritas untuk Indonesia’ di Patra Jasa, Jakarta Selatan, Rabu malam (11/2/2026) ini, membeberkan upaya menarik investor asing untuk wilayah bencana terus dilakukan.
“Sebetulnya bukan saat bencana saja dalam menarik investor asing ke dalam negeri. Kementerian kami terus melakukan upaya menarik investasi, khususnya di wilayah bencana di Sumatera,” dia jelaskan.
Dikabarkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani saat ini (Rabu,11/2/2026) tengah berada di Pakistan dalam forum penting membicarakan investasi tanah air.
Kata Didi, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu juga tengah berada di Korea Selatan dalam rangka menghadiri forum investasi untuk mengenalkan peluang besar menanamkan investasi di Indonesia.
“Kami aktif sekali dalam mengundang para investor baik dalam maupun luar negeri untuk membangun Indonesia. Segala instrumen telah disiapkan untuk menjamin keberlanjutan dan keamanan investasi di Indonesia,” dia katakan.
Untuk menjamin kemudahan, dikatakan, kini telah ada Online Single Submissions atau OSS yang tengah digenjarkan oleh pihakkya untuk memudahkan investasi. OSS itu akan memberikan layanan maksimal, terutama mengenai perizinan usaha dalam satu pintu layanan digital.
“OSS ini menjadi yang membantu kita untuk memberikan jaminan bagi pihak asing dalam menanamkan modalnya di tanah air. Mempernudah perizinan usaha sekaligus menjamin keberlangsungan usaha mereka,” ucap dia.
Terkait dengan pembatasan idzin usaha yang mengancam lingkungan, Didi menjamin keberlangsungan perusahaan. Ini tetap diupayakan untuk tidak melahirikan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di lapangan yang pada gilirannya akan merugikan perekonomian nasional.
“Sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar upaya menertibkan perizinan usaha tidak melahirkan PHK bagi karyawan,” tegas dia.
Dalam rangkain acara ini, Didi Apriadi yang didampngi oleh Ustad Farrel berkesempatan menyampaikan ajakan berdonasi bencana di Sumatera dalam bentuk uang melalui QRIS yang nantinya bisa menyediakan wakaf Al-Quran dan pemulihan bencana lainnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan