Beritabanten.com.- Banten sedang berduka mendalam dengan mengenang sosok sang pendiri yang gigih berjuang memisahkan bumi pendekar dari Jawa Barat.

Memisahkan untuk lebih leluasa menata pemerintahan dibandingkan dengan kondisi wilayah Jawa Barat yang luas dan beragam kepentingan.

Tokoh yang dikenal gigih tersebut bernama Triayana Sam’un yang menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit MMC, Jakarta, pukul 17.44 WIB pada Minggu 11 Januari 2016.

Usaha almarhum meyisakan banyak pesan bagi banyak kalangan terutama anak muda di Banten, baik yang pernah mengalami proses perkuliahan di Bandung maupun yang berinteraksi selama proses pembentukan Provinsi Banten.

Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan KH Abdul Rojak mengungkapkan rasa hormat sekaligus mendapat inspirasi perjuangan membangun Banten dari Triayana Sam’un.

Dirinya yang juga terlibat dalam proses kelahiran Kota Tangerang Selatan mengaku terinspirasi oleh almarhum Triayana Sam’un dalam membumikan kemandirian daerah untuk maju dan berkembang.

Sepengetahuan dia, selama Triayana menjalani profesi sebagai dosen dikenal sabar membimbing para mahasiswa pada masanya.

Ini menjadikannya, bukan hanya terkenal sebagai pendiri Banten, tapi menjadi figur orang tua bagi banyak kalangan anak muda yang sedang menuntut ilmu.

“Banyak kolega saya yang menjadi mahasiswa beliau di Bandung mendapat nasihat untuk terus menuntut ilmu dengan penuh perhatian, layaknya orang tua kepada anaknya,” kata dia melalui pesan elektronik, Senin 12 Januari 2026.

KH Rojak bersama jajaran pengurus MUI Kota Tangsel mengaku rasa kehilangan mendalam atas wafatnya, mengingat banyak jasa yang telah diberikan almarhum.

Jalan pengabdian almarhum, dikatakan, akan menjadi contoh legendaris dalam berjuang membangun Banten yang kini di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni.

“Perjuangan awal, kan lewat memisahkan diri dari Jawa Barat yang tidak mudah. Tapi beliau mampu mewujudkan pembentukan Provinsi Banten hingga kini sudah terasa maju dan berkembang. Meski banyak rintangan, tapi tidak membuatnya patah arah,” dia jelaskan.

KH Rojak juga menyatakan turut berduka cita atas wafatnya Triayana Sam’un dengan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

Jasa besar beliau merupakan contoh bagi yang masih hidup dan menjadi amal ibadah yang akan mendapat ganjaran setimpal bagi yang bersangkutan.

“Merasa sangat kehilangan tokoh yang patut digugu dan ditiru untuk terus berjuang membangun Banten. Jasanya tidak mampu saya sebutkan, karena tokoh kunci dan penting dalam pembentukan Pkrovinsi Banten,” kata dia.

“Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya dengan mendapat ganjaran yang besar. Kita harus terus melanjutkan niat mulia beliau untuk menjadikan Banten maju dan sejahtera,” demikian KH Rojak menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com