Beritabanten.com – Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LTPQ) Kota Tangerang Selatan KH Muhammad Sobron Zayyan mengisi Kajian Kitab Kuning MUI Kota Tangsel di Islamic Center Baiturrahmi BSD, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Dirinya yang hadir pada hari ini Rabu 17 Desember 2025 membahas Kitab Risalatul Murtarsyidin, karya Imam Abu Abdillah Al-Harist Al-Muhasibi, ulama sufi besar abad ke-3. Kitab tersebut kerap jadi rujukan populer karena bahasanya mudah dipahami dengan materi yang berbobot.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Quraniyyah tersebut membahas materi pentingnya menjaga lidah bagi setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dengan maraknya media sosial.

KH Sobron, biasa disapa,  meminta jemaah untuk menjaga lidah dari salah ucap dan kata yang membuat orang lain merasa sakit hati. Katanya, mengutip syair lagi Rhoma Irama, bahwa ‘Lidah itu Sangat Tajam, Tajamnya Lebih dari Pedang” yang meminta kita untuk menjaga lidah.

Salah ucap itu, kata dia, lahir dari kebiasaan menyukai membicarakan aib orang lain, atau gosip yang katanya berarti “semakin digosok semakin sip”. Membuka aib orang lain telah lama menjadi sebab banyak perselisihan di banyak tempat.

“Jangan membongkar aib orang lain, itu berbahaya. Semut kecil di sebrang terlihat jelas sementara gajah di pelupuk mata tidak kelihatan,” dia jelaskan.

“Karena sesungguhnya ketika meng-ghibah (menggunjing) orang lain, itu sesungguhnya ruginya bukan buat orang lain tapi buat diri kita sendiri.” dia tambahkan.

Ini masih kerap terjadi, padahal jelas-jelas merugikan baik di kehidupan di dunia maupun nanti akan mendapat penghukuman di akhirat.

“Dapat hukuman di akhirat saja masih pada tidak takut melakukan gosip, apalagi tidak ada hari penghukuman nanti. Itulah bahaya dari menggunjing orang lain,” katanya.

Dia mengajak jemaah untuk merasakan bahaya ucapan buruk, seperti mengatakan orang lain dengan menyebutkan nama binatang dan lainya.

Namun, kata dia, kalau orang bertaqwa malah senyum karena apa untungnya meladeni orang yang marak sambil mengucapkan kata-kata kotor.

Karena itu, hanya hamba yang takut kepada Allah SWT yang bisa menjaga emosi, karena dia akan segera mengambil air wudlu jika saja dirinya tidak kuat lagi menahan emosi yang ada dalam dirinya.

“Dia meminta kepada Allah SWT, dengan wudlunya Insyaallah semua emosinya turun. Tapi kan kebanyakan dari kita kalau emosi bukan wudlu,” katanya.

Setiap manusia, jelas dia, akan malu ketika terbuka aibnya berupa segala kekurangan yang ada dalam diri kita masing-masing. Dan itu akan berlaku terbalik, akan terasa malu jika aib kita sendiri terbuka gegara ucapan orang lain.

Terkait dengan maraknya membuka aib di media sosial, KH Sobron, meminta jemaah selalu bijak dalam menggunakan media sosial. Jejak digital tersebut, meski sudah terhapus tapi akan tetap dikenang puluhan tahun orang yang merasa dirugikan.

“Gara-gara tetangga aja beli kulkas aja nyebar ke mana-mana. Makanya jangan suka gosip. Tinggalkan perbuatan tersebut karena merupakan perbuatan dosa yang merugikan banyak orang. Hati-hati bikin status pokoknya,” demikian KH Sobron. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com