Beritabanten.com – Jaminan dan kepastian keuntungan bagi calon infestor di Provinsi Banten menemukan titik terang pasca kehadiran regulasi, infrastruktur, stabilitas hukum, dan efisiensi birokrasi di lapangan.

Gubernur Banten Andra Soni yang menjadi pembicara acara Regional Forum 2025 di Jakarta, kemarin, menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah memperkuat iklim investasi melalui strategi pembangunan yang inklusif.

Bagi dia, pembangunan infrastruktur perdesaan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru serta mengatasi ketimpangan wilayah di Provinsi Banten.

​Acara dengan tema “Penguatan Investasi dan Pembiayaan untuk Menciptakan Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru” tersebut menjadi ajang Gubernur Andra membeberkan tantangan disparitas ekonomi yang selama ini terjadi di Banten.

“Pertumbuhan ekonomi cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan, karena dukungan infrastruktur yang memadai,” kata dia, dilihat redaksi dari keterangan tersiar luas, Kamis 11 Desember 2025.

“Sebaliknya, wilayah perdesaan, menghadapi kendala infrastruktur yang menyebabkan belum maksimalnya minat investasi,” dia tambahkan.

​Gubernur Andra, biasa disapa, suguhkan strateg jitu atas kesenjangan di atas dengan melakukan intervensi strategis melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

Program ini difokuskan pada pembangunan jalan desa guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.

​”Wilayah perdesaan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur sehingga minat investasi relatif rendah. Melalui Program Bang Andra, kami bertujuan membuka akses investasi agar pemerataan ekonomi dapat terwujud, sehingga tumbuh pusat-pusat ekonomi baru di perdesaan,” ujar Gubernur Andra.

​Terus, Gubernur Andra menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas.

Pemprov Banten memperkuat pendidikan vokasi dan menjalin kolaborasi dengan kawasan industri untuk memastikan tenaga kerja lokal memiliki daya saing dan dapat terserap oleh pasar kerja,” tegas dia.

​Realisanya dengan Program Sekolah Gratis untuk jenjang pendidikan menengah swasta yang menjadi kewenangan provinsi, yakni SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta.

​”Investasi tidak hanya soal modal dan lahan, tetapi juga kesiapan SDM untuk menarik investor menanamkan modalnya. Program ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas,” tegas Andra.

​Upaya itu semua pada gilirannya berdampak positif. Dilaporkan,  hingga September 2025, realisasi investasi di Provinsi Banten telah mencapai Rp91,5 triliun.

Menariknya, lebih dari 50 persen dari angka tersebut merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

​”Capaian ini menempatkan Banten sebagai salah satu daerah tujuan utama investasi nasional. Kami optimistis mampu menjaga iklim investasi yang kondusif sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com