Beritabanten.com — Fenomena orang tua memarahi anak secara berlebihan kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kasus kekerasan verbal terungkap di berbagai daerah.

Para pakar pendidikan dan psikologi anak mengingatkan bahwa kemarahan yang diucapkan dengan bentakan, hinaan, atau cemoohan dapat meninggalkan dampak serius pada perkembangan mental anak.

Menurut psikolog perkembangan, kekerasan verbal dapat memicu gangguan kecemasan, menurunnya rasa percaya diri, hingga masalah konsentrasi.

Di beberapa sekolah dasar, guru melaporkan banyak siswa menunjukkan perilaku menarik diri serta kesulitan fokus pada pelajaran, diduga akibat tekanan emosional yang diterima di rumah.

Para ahli menjelaskan bahwa otak anak yang masih berkembang sangat sensitif terhadap tekanan emosional.

Terpapar kemarahan berlebihan secara terus-menerus dapat mengganggu perkembangan bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi dan pengambilan keputusan. Dalam jangka panjang, anak berisiko tumbuh menjadi pribadi agresif atau sebaliknya terlalu takut mencoba hal baru.

Seorang psikolog keluarga menegaskan bahwa membentak anak tidak mengajarkan kedisiplinan. “Anak belajar karena merasa aman, bukan karena takut,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan emosional antara orang tua dan anak dapat rusak jika interaksi didominasi oleh kemarahan.

Para pakar mendorong orang tua untuk menggunakan pendekatan komunikasi positif, seperti berbicara dengan nada tenang, memberi contoh perilaku yang diharapkan, serta menetapkan aturan secara konsisten.

Edukasi parenting dinilai penting untuk menekan angka kekerasan verbal dalam rumah tangga dan memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara emosional.(Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com