Beritabanten.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan atau Tangsel mengadakan Pelatihan Kader Ulama atau PKU sebagai rangkaian dari HUT MUI ke-50.

Acara diselenggarakan di Hotel Vega, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang pada Selasa-Kamis 21-24 Juli 2025.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie berkesempatan membuka acara yang diikuti oleh 30 orang peserta dari berbagai perwakilan organisasi Islam yang ada di Tangsel.

Benyamin menyebut para peserta adalah calon ulama masa depan yang harus mempunyai wawasan luas karena perkembangan teknologi informasi begitu pesat.

“Saya ingin mengajak peserta pada kondisi Kota Tangsel yang berdekatan dengan wilayah yang berkembang lebih dulu dan pesat. Sebut saja ada Jakarta Selatan, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang,” kata dia membuka sambutannya, Selasa 21 Juli 2025.

Kehadiran wilayah itu, kata Bemyamin, akan mudah menyebarkan pengaruh baik maupun negatif. Jadi warga Tangsel harus berhati-hati dalam melakukan aktivitas.

“Tantangan di masa datang makin kompleks sehingga butuh totalitas dalam berdakwah. Saya berharap.banyak sama temen-temen peserta yang notabene merupakan usia produktif,” kata dia.

Benyamin sebut para pemuda yang menjadi bagian 60 persen dari 72 persen penduduk di Tangsel usia 15 sampai 64 sebagai usia produktif.

“Penduduk Tangsel sekira 1.4 juta itu kebanyakan anak muda yang kemungkinan besar jadi ulama di masa mendatang. Tapi harus ikut pelatihan dulu kaya gini” saran dia.

Itu karena, kenyataan dari pengaruh negatif dari perkembangan informasi menyasar pada anak muda, dari penggunaan narkoba sampai kekerasan seksual. Benyamin mengaku dalam ekapose perkara dengan Polres Tangsel terdapat banyak kasus mengkhawatirkan.

“Saya berharap pelatihan ini melahirkan ulama yang mampu membantu Pemkot Tangsel dalam membangun karakter luhur sesuai dengan moto Kota Tangsel, yaitu cerdas, modern dan religius,” imbuh dia.

Dirinya menyadari keterbatasan Pemkot Tangsel dalam membangun karakter warga, sehingga membutuhkan peran aktif para alim ulama yang terhumpun dalam MUI. Kegiatan PKU adalah bagian dari pembentukan karakter anak muda yang tidak bisa dilakukan oleh Pemkot Tangsel.

“Dengan mengucap bismillah, sayya buka acara Pendidikan Kader Ulama MUI Kota Tangsel. Terima kasih atas beragam kegiatan MUI Kota Tangsel yang selama ini terasa membantu dalam penguatan karakter warga,” demikian Benyamin.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Tangsel KH Saidih yang turut hadir menyatakan bahwa kegiatan PKU sebagai cara penguatan iman.

“Iman, aman dan amun. Artinya selain pinter juga harus punya karakter kuat dalam menjalankan misi umat,” kata dia.

Pimpinan Yayasan Daarul Hikmah Pamulang itu menambahkan, bahwa 30 orang peserta PKU akan menjadi ulama masa datang jika terus belajar dengan tetap berakhlak yang baik.

“Imam Ghozali sempat menyebut ulama su”un, yang artinya orang berilmu tapi tidak mempunyai adab yang baik sehingga tidak mampu berkontribusi banyak untuk kemaslahatan umat,” tegas dia.

Lalu dia meminta semua peserta untuk mengikuti acara secara seksama dengan penuh ikhlas sebagai cara memperkuat diri dengan beragam ilmu pengetahuan dari para pemateri.

“Saya minta semua peserta untuk istiqomah mengikuti semua rangkaian kegiatan. Insyaallah bermanfaat buat nanti. Selamat mengikuti pelatihan dan tetap jaga akhlak ya,” demikian KH Saidih.

Adapun Ketua Panitia Kegiatan PKU KH Abdul Rozak Sastra mengungkapkan bahwa maksud dari kegiatan untuk melahirkan ulama yang berlimu, toleran dan berakhlak.

“Ulama masa datang penuh tantangan, terutama pesatnya teknologi informasi yang menjadikan aktifitas mencari ilmu makin mudah tapi penuh jebakan,” kata dia.

Dia mencontohkan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intellengence yang melahirkan banyak manipulasi kegiatan akademik.

“Hari ini banyak yang malas baca buku, tinggal klik langsung dapat ilmu. Mudah memang tapi kan tidak akan sempurna karena bersifat instan tanpa merujuk pada kitab standar,” keluh dia.

Dia meminta para peserta untuk mengantisipasi kemungkinan untuk dakwah secara baik melalui media digital, tapi dengan tetap membiasakan diri untuk rajin membaca.

“Nanti ada materi dakwah digotal ko. Tapi tetap harus rajin membaca jangan keenakan menggunakan media sosial,” imbuh dia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com