Beritabanten.com – Ketua Muallaf Center MUI Kota Tangsel KH Aep Saefudin mengungkapkan peningkatan jumlah orang yang ikrar masuk Islam selama setahun terakhir. Tidak hanya dari golong dari berbagai suku di tanah tapi juga ada yang dari manca negara.
“Sebenarnya dari pertama berdiri Muallaf Center di Tangsel sudah ribuan yang masuk Islam. Tapi kalua hitungan per tahun 2025 per Juli terdapat 103 orang,” katanya di giat ‘Pembinaan Keimanan dan Akidah Bagi Muallaf’ oleh MUI Kota Tangsel, pada hari ini Rabu 9 Juli 2025.
Kegiatan ini, sedianya diikuti sesuai daftar kepanitian sebanyak 25 orang yang dilakukan di Gedung Kelembagaan MUI Kota Tangsel, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
“Sedianya yang ikut 25 sesuai kesanggupan dari daftar kepanitian, Ini ada yang dari berbagai negara tapi karena kesibukannya belum bisa hadir,” ucapnya.
Dia berbagi pengalaman ketika menerima orang yang hendak masuk Islam yang ditentukan selama 24 Jam. Bahkan ada yang meminta langsung datang ke apartemen dan atau hotel di bilangan Tangsel dan luar kota.
“Kalau ada yang meminta kapan saja Muallaf Center akan penuhi, asal tidak ada halangan yang mendesak. Pernah ada yang minta didatangi ke apartemen dan atau hotel. Alhamdulillh terus kita layani dan gratis,’ imbuh dia.

Muallaf Center MUI Tangsel Jadi Rujukan
KH Aep juga menyebut apa yang telah dilakukan oleh Muallaf Center MUI Kota Tangsel menjadi rujukan bagi kabupaten dan kota lain di Banten. Terakhir, diinformasikan dia, Kota Tangerang telah mendirikan Muallaf Center dalam rangkaian acara Festival Al-Azhom ke-12.
“Alhamdulilaah seperti pemberitaan di beritabanten (beritabanten.com-red) kemarin kan ada pengukuhan Muallaf Center Kota Tangerang. Ini sungguh luar biasa dalam memenuhi kebutuhan orang masuk Islam,” ucap dia.
Dia juga menjelaskan, salah satu penyebab banyaknya yang datang dikarenakan ketenuan di Disdukcapil Kota Tangel hanya menima salinan sertifat dari Muallaf Center Kota Tangsel jika warga hendak mengubah identitas diri.
“Sebab lainnya adalah faktor adminstrasi kependudukan, karena Disdukcapil hanya menerima sertifikat dai Muallaf Center Kota Tangsel jika ingin mengubah KTP dan KK,” demikian KH. Aep.

Pendirian Muallaf Center Kota Tangerang
Diberitakan, keberadaan Muallaf Center yakni organisasi yang secara serius mengurus orang yang akan memeluk ajaran Islam menjadi penting. Ini terasa dalam pendirian Muallaf Center di Kota Tangerang beberapa waktu lalu, mengikuti kota tetangganya Tangerang Selatan atau Tangsel yang terlebih dahulu hadir Muallaf Center.
Peluncuran Muallaf CenterKota Tangerang diadakan ketika acara Festival Al-A’zhom 2025, di kawasan Masjid Raya Al-A’zhom, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (4/7/25).
Mualaf Center hadir menjadi pusat pembinaan mualaf sebagai wujud komitmen Kota Tangerang dalam memperkuat pembinaan umat dan pelayanan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan. Yakni, atas kerja sama BAZNAS Kota Tangerang dengan Masjid Agung Al Ittihad Kota Tangerang.
Ketua Mualaf Center Muhammmad Hadiid Al Yasa menjelaskan, Mualaf Center merupakan rumah pembinaan bagi para saudara baru yang memeluk Islam. Disediakan berbagai layanan, seperti bimbingan keIslaman, konseling, penguatan akidah, pelatihan ibadah, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.
“Kami menyadari bahwa menjadi mualaf bukan sekadar perpindahan keyakinan, tetapi juga proses panjang penyesuaian dan pendalaman spiritual. Mualaf Center ini akan menjadi tempat bernaung dan belajar yang aman, nyaman, serta membangun bagi para mualaf,” papar Hadiid.
Ia menjelaskan, selain sebagai pusat pembinaan, Mualaf Center juga akan bersinergi dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di Kota Tangerang untuk memastikan para mualaf mendapatkan dukungan spiritual dan sosial yang berkelanjutan.
Salah satu program unggulan yang saat ini sedang berjalan adalah program bertajuk Bermuara atau Bersama Mualaf Sejahtera, hasil kerja sama dengan BAZNAS Kota Tangerang.
“Melalui program ini, kami memberikan bantuan sebesar Rp5 juta per mualaf untuk mendukung pemberdayaan ekonomi mereka. Saat ini ada sekitar 20 mualaf yang menerima bantuan, jadi totalnya ada Rp100 juta yang disalurkan,” ungkap Hadiid.
Bantuan tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha para mualaf. Sebagian dari mereka sudah memiliki usaha kecil, dan sebagian lagi masih dirintis dari nol. Dalam hal ini, Mualaf Center juga memberikan pelatihan keterampilan dan bimbingan usaha.
Diketahui, Mualaf Center berada di Masjid Raya Al-Ittihad, Masjid Rumah Sakit Sari Asih Karawaci dan di rumah pendamping.
Peluncuran ini menjadi salah satu puncak acara Festival Al-A’zhom 2025 yang berlangsung selama dua pekan, menampilkan beragam kegiatan Islami seperti tablig akbar, bazar halal, lomba-lomba Islami, dan pentas budaya religi. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan