Beritabanten.com – Eksplorasi nikel yang terjadi di Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya dengan jalur distribusi lewat laut mengancam keberlangsunhan ekowisata laut.

Lalu lalang kapal pembawa nikel berpotensi mengancam kawasan Raja Ampat yang merupakan prioritas wisata nasional.

Demikian keprihatinan Legislator PKB Chusnia Halim yang tersiarkan lewat akun X DPP PKB, sebagai respons atas aktivitas pertambangan nikel Raja Ampat yang dikeluhkan banyak pihak.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut menambahkan, bahwa kawasan tersebut mempunyai kekayaan alam dan ekosistem lau yang luar biasa terutama terumbu karang.

“Jalur logistik tambang kerap melintasi perairan sensitif, yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam ekowisata,” katanya, dikutip redaksi dari akun X @DPP PKB, pada hari ini Minggu 8 Mei 2025.

Dia terus mengajak semua pihak untuk mengkaji ulang izin pertambangan Raja Ambat untuk menghindari kemungkinan terjadi hal buruk bagi ekowisata dj kawasan tersebut.

“Tambang Nikel, khususnya jalur dari pertambangan ke smelter merupakan hal yang harus dikaji ulang. Ini berpotensi merusak terumbu karang,” ucap dia.

Pernyataan tersebut merupakan langkah strategis di tengah maraknya pertambangan njkel di kawasan Raja Ampat yang pada praktinya berpotensi mengancam ekowisata Raja Ampat yang sudah sudah mendunia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com