Beritabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merencanakan ketetapan status Siaga darurat bencana hidrometeorologi menyikap laporan cuaca dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ketetapan sebagai cara efektif menghadapi potensi bencana banjir di sembilan titik rawan banjir pada tahun 2024 di wilayah Tangsel.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyatakan bahwa ketetapannya akan dibahas dalam rapat koordinasi lintas lembaga.

“Besok (hari ini Senin, 16/12/2024) akan dibahas dalam rapat koordinasi antar lembaga. Memang ada arahan dari BNPB untuk waspadai darurat dimaksud hidrometeorologi,” ujar dia, Minggu (15/12/2024) kemarin.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Sutang Suprianto menjelaskan pertimbangan penetapan atas arahan BNPB.

“Betul ada arahan dari BNPB hasil rapat kemarin kita di minta untuk menetapkan status siaga darurat menghadapi hidrometeorologi dan kami besok pagi rapat tentang hal tersebut,” kata dia, kemarin.

Disebutkan dia, penetapan akan diambil setelah rapat koordinasi dengan berbagai pihak, terutama adanya wilayah-wilayah yang memiliki potensi rawan banjir.

Provinsi sudah menetapkan status Darurat Bencana Hidrometeorologi yang pada sisi lain Tangsel mempunyai sembilan titik rawan banjir yang tersebar di Kecamatan Pondok Aren, Pamulang, Ciputat, dan Ciputat Timur.

“Provinsi sudah menetapkan, terus juga arahan BMKG dan arahan BNPB. Terus kedua Tangsel memang ada beberapa titik yang rawan banjir, kita juga kan tidak akan tahu banjirnya seperti apa besok atau lusa ke depan, karena yang namanya siaga kita siap-siap saja,” tutup dia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com