Beritabanten.com – Dalam era digital yang serba cepat ini, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut tertinggal menjadi semakin umum.

FOMO adalah perasaan cemas yang timbul ketika seseorang merasa bahwa orang lain menikmati pengalaman atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik darinya.  

Dalam perspektif Islam, fenomena ini dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan spiritual dan mental seseorang.  

Dampak FOMO dalam Kehidupan Sehari-hari 

FOMO seringkali diperburuk oleh media sosial, di mana orang-orang cenderung membagikan momen-momen terbaik mereka.

Ini dapat menyebabkan perasaan rendah diri, iri hati dan ketidakpuasan dengan hidup sendiri. Dalam Islam, perasaan seperti ini dapat mengganggu ketenangan batin dan menjauhkan seseorang dari nilai-nilai syukur dan qana’ah (kepuasan dengan apa yang dimiliki). 

Pandangan Islam tentang FOMO  

Islam mendorong umatnya untuk hidup dalam kedamaian dan keseimbangan serta menghindari perasaan negatif yang dapat merusak hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Beberapa ajaran Islam yang relevan dalam mengatasi FOMO antara lain: 

  1. Syukur (Rasa Syukur): Islam mengajarkan pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya” (QS. Ibrahim: 34). Rasa syukur membantu seseorang untuk fokus pada apa yang dimiliki daripada apa yang tidak dimiliki.  
  2. Tawakkal (Berserah Diri kepada Allah): Mengandalkan Allah dan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya membantu mengurangi kecemasan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan keperluannya” (QS. At-Talaq: 3).
  3. Zuhud (Kesederhanaan): Islam mengajarkan untuk tidak terikat pada dunia dan materi. Zuhud adalah sikap sederhana dan tidak berlebihan dalam mencari kesenangan duniawi. Ini membantu mengurangi perasaan iri dan keinginan untuk selalu mengikuti tren terbaru. 
  4. Ukhuwwah (Persaudaraan): Islam menekankan pentingnya ukhuwah atau persaudaraan, di mana setiap muslim saling membantu dan mendukung. Dengan memiliki hubungan yang kuat dengan sesama muslim, seseorang dapat merasa lebih puas dan tidak merasa tertinggal. 

Mengatasi FOMO dengan Kebijaksanaan 

Mengatasi FOMO memerlukan kesadaran dan tindakan bijaksana. Beberapa langkah yang dapat diambil termasuk: 

Mengurangi Waktu di Media Sosial: Batasi penggunaan media sosial untuk mengurangi eksposur terhadap konten yang dapat memicu FOMO.   

Fokus pada Kualitas daripada Kuantitas: Alih-alih mencoba mengejar semua tren dan aktivitas, fokuslah pada apa yang benar-benar penting dan bermanfaat bagi diri sendiri.   

Mendekatkan Diri kepada Allah: Perbanyak ibadah, zikir, dan doa untuk mendapatkan ketenangan batin dan menguatkan hubungan dengan Allah.   

Dalam menghadapi fenomena FOMO, Islam memberikan panduan yang jelas untuk mencapai ketenangan dan keseimbangan hidup. Dengan menerapkan nilai-nilai syukur, tawakkal, zuhud, dan ukhuwah, umat Islam dapat menghindari perasaan takut tertinggal dan hidup dengan lebih damai dan puas. (Nul)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com