Beritabanten.com – Maraknya kecelakaan yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon mendorong mahasiswa setempat untuk mendesak perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Dalam rapat dengar pendapat yang digelar di DPRD Kota Cilegon pada Kamis, sejumlah mahasiswa, termasuk Ketua Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) Arifin Solehudin, menyuarakan kekhawatiran terkait kondisi JLS yang dinilai semakin membahayakan.

Arifin menjelaskan, JLS tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi utama tetapi juga sebagai bagian dari citra Kota Cilegon.

“Wajah Kota Cilegon salah satunya adalah Jalan Lingkar Selatan, maka kami serius mengawasi dan mengkritisi kondisi JLS ini,” ujarnya.

Rapat dengar pendapat ini merupakan tindak lanjut dari aksi mahasiswa sebelumnya yang menyoroti rusaknya sejumlah titik di JLS. Mahasiswa berharap DPRD Kota Cilegon juga turut mengawasi dan mengontrol perbaikan infrastruktur jalan, sehingga tidak hanya mengandalkan upaya dari mahasiswa.

“Jadi bukan hanya mahasiswa yang mengontrol, tetapi kami berharap anggota dewan juga aktif dalam mengontrol kondisi Jalan Lingkar Selatan,” tambah Arifin.

Dalam rapat tersebut hadir juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dendi Rudiatna, beserta beberapa pejabat lain dari Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Satpol PP, serta anggota Komisi I dan IV DPRD Cilegon.

Namun, menurut Arifin, belum ada solusi konkret terkait pemeliharaan JLS yang disampaikan oleh pemerintah daerah.

“Kita tidak merasakan adanya solusi yang konkret dari pihak legislatif maupun eksekutif. Harapannya, ada kesepakatan untuk mengalokasikan anggaran pemeliharaan JLS di masa mendatang,” jelas Arifin.

Ia menyebut, pemerintah Kota Cilegon masih mengandalkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi untuk pemeliharaan JLS.

“Secara tidak langsung, ini menunjukkan bahwa Pemkot Cilegon belum mampu menganggarkan sendiri pemeliharaan JLS,” tambahnya.

Arifin juga menyampaikan kekhawatiran atas kondisi jalan yang rusak, karena beberapa ruas jalan berlubang dan tidak layak dilintasi sehingga sering menjadi penyebab kecelakaan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon, Dendi Rudiatna, mengaku bahwa dorongan dari mahasiswa dan DPRD akan menjadi motivasi untuk memaksimalkan perbaikan di JLS.

“Apalagi ini disupport oleh dewan, jadi JLS memang objek vital yang harus terus diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

Dendi menambahkan, kerusakan jalan di JLS memang tidak menyeluruh, tetapi terjadi di beberapa titik tertentu. Pemerintah pusat telah membantu memperbaiki sekitar 5 km dari total 16 km kebutuhan perbaikan.

“Jadi perbaikan dilakukan hanya di beberapa spot, bukan keseluruhan,” jelasnya.

Para mahasiswa berharap agar pemerintah segera merespons masalah ini dengan serius, mengingat urgensi pemeliharaan JLS demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintasi jalur tersebut. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com