Beritabanten.com – Ubi jalar Pandeglang menjadi produk pangan andalan yang melahirkan keuntungan ekonomi bagi petani setempat karena mampu memasok ke berbagai daerah di Provinsi Banten, Kota Bogor, dan Jakarta.
“Kami memproduksi sekitar 5.000 ton ubi jalar setiap bulan dari lahan seluas 250 hektare,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Nuridawati, di Pandeglang, Senin, 30 September 2024.
Pertanian ubi jalar di Pandeglang umumnya dikembangkan di lahan persawahan, dengan sentra produksi tersebar di Kecamatan Menes, Mandalawangi, Jiput, Saketi, dan Cikedal.
Keunggulan ubi jalar Pandeglang terletak pada ukuran yang besar, rasa manis, serta tekstur pulen yang dapat bertahan lama tanpa membusuk.
“Kami mengapresiasi produksi yang dipasok ke luar daerah mencapai puluhan ton per hari menggunakan angkutan Colt,” tambahnya.
Ade Supriyadi (60), seorang petani dari Desa Cilaban Bulan Menes, mengungkapkan bahwa selama 30 tahun mengembangkan pertanian ubi jalar, ia berhasil meningkatkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja sebanyak 4 orang.
“Saat ini, harga ubi jalar cukup baik, yaitu Rp4.000 per kilogram. Dari luas tanam dua hektare, kami dapat menjual 20 ton per musim, sehingga menghasilkan Rp80 juta,” kata Ade.
Sementara itu, Emen (60), seorang penampung ubi jalar di Pandeglang, menyatakan bahwa ia memasok ubi jalar ke pelanggan di Pasar Rangkasbitung, Serang, dan Tangerang setiap dua hari.
“Sekali pasokan bisa mencapai 10 ton, dijual seharga Rp5.000 per kilogram, dan menghasilkan omzet Rp5 juta,” jelasnya. (hny)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan