Beritabanten.com – Bahaya banjir mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan demi keselamatan warga dari bencana. Terdapat berbagai upaya di antaranya membangun 9 tandon, penambahan kapasitas sungai, menyiapkan 82 stasiun pompa banjir.
Hal tersebut mengemuka ketika Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bicara penanganan banjir pada awak media kemarin. Dia menekankan upaya berkenlanjutan yang diwujudkan dengan ketersediaan stasiun pompa banjir seperti di kota besar di beberapa negara.
Bang Ben, biasa disapa, mengaku telah memerintahkan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) agar selalu siap untuk mengoperasikan stasium pompa dalam keadaan prima, baik alat maupun personilnya.
“Saya sudah instruksikan Dinas PU untuk terus siaga bahwa stasiun pompa dalam kondisi baik. Saya minta cek terus, agar jangan sampe ini rusak atau gak berfungsi pas lagi hujan besar,” beber dia.
Penyataan Bang Ben senada dengan perkataan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Robby Cahyadi. Menurutnya langkah penyiagaan stasiun pompa banjir terus disiagakan.
Menurutnya, jam kerja para petugas adalah 24 jam karena datangnya banjir tidak bisa diprediksi sehingga butuh upaya pengendalian cepat dan terarah.
Untuk jenis stasium pompa yang ada sebanyak 82 tersebut, dikatakan, sebanyak 67 stasiun pompa telah menggunakan pompa listrik, dan sisanya menggunakan diesel.
“Kami juga menyiagakan alat berat excavator long arm 4 unit, amphibius excavator 2 unit serta excavator biasa ada 4 unit,” ujarnya.
Namun dia tegaskan bahwa persoalan mendasar dari bencana banjir lebih disebabkan oleh karakteristik suatu wilayah terjadi banjir, salah satunya akibat berkurangnya ruang terbuka hijau.
Belum lagi, kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan, bahkan dibuang ke tempat-tempat aliran sungai.
“Upaya pengendalian banjir ini upaya bersama, masyarakat juga diharapkan mampu menjaga daerahnya, serta tidak membuang sampah sembarangan,” ucapnya.
Ke depan, DSDABMBK terus melanjutkan program penanganan banjir di Kota Tangsel. Beberapa pekerjaan merupakan lanjutan untuk menyelesaikan titik-titik banjir yang memang dilakukan secara bertahap.
Proyek pekerjaan tersebut di antaranya, pembangunan turap Kali Ciputat Segmen Perumahan Nuri dan Revitalisasi Bendungan Ciputat, penanganan banjir di Perumahan Citra Kencana Legoso dan Legoso Raya, pembangunan tandon Perumahan Sarana Indah Permai, pembangunan turap Kali Ciater Hilir Segmen Graha Mas Serpong, Long Storage Perumahan Kuricang, lanjutan pembangunan turap Kali Ciater Hilir outlet Tandon Lengkong Karya, dan lanjutan Long Storage di Perumahan Ciater Permai.
“Tak hanya itu, kita juga membuat tampungan air secara memanjang dengan memanfaatkan lahan jalan. Jadi saluran untuk menampung sebagian debit air banjir akan ada di bawah jalan atau long storage,” terangnya.
Hal ini juga sudah dilakukan di beberapa lokasi yang diintegrasikan dengan stasiun pompa banjir. Serta, memperbanyak kolam-kolam retensi pada skala lingkungan dan secara bertahap melakukan penertiban bangunan-bangunan yang melanggar garis sempadan sungai. [Red]
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan