Beritabenten.com – Wapres Ma’ru Amin buka suara terkait spekulasi susunan kabinet Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dirinya menyarankan Prabowo-Gibran ketika menentukan susunan kabinet memperhatikan kalangan profesional.

“Saya kira yang pasti harus diisi oleh profesional,” ujar Wapres usai menghadiri acara halal bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, sebagai dikutip dari detik.com, Rabu (8/5/2024)

Ma’ruf mengatakan kalangan profesional tersebut bisa berasal dari partai politik maupun di luar partai politik.

“Cuma profesional itu bisa dia mempresentasikan partai politik-partai politik, bisa juga yang lainnya nanti tergantung tentu negosiasi-negosiasi-nya,” ujar Wapres.

Kendati demikian, Wapres menekankan bahwa yang paling penting menteri-menteri itu juga harus profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Profesionalnya ya profesional politisi atau profesional yang non-politikus apa dari ormas apa dari profesional murni sebab dalam menjalankan tugas, menteri-menteri itu harus profesional,” tuturnya.

Diberitakan, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai rencana Prabowo-Gibran menambah kursi kabinet menjadi 40 menteri sangat politis.

JK berharap penambahan kursi menteri itu bukan hanya untuk mewadahi kepentingan para pendukungnya. Jika itu menjadi alasan, dia menilai kebijakan 40 menteri sangat politis.

“Itu artinya bukan lagi kabinet kerja itu namanya, bukan zaken kabinet, tetapi kabinet yang lebih politis,” kata JK dilansir dari cnnindonesia.com pada Rabu 8 Mei 2024. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com