Beritabanten.com – Toko roti Lindayes Patisserie & Coffee yang terletak di Jakarta Timur, milik Linda Pantjawati, kini mengalami penurunan drastis dalam jumlah pengunjung.

Keadaan sepi ini diduga kuat sebagai imbas dari kasus penganiayaan yang melibatkan anak Linda, George Sugama Halim, terhadap salah satu karyawannya, Dwi Ayu Darmawati.

Kondisi toko roti yang beroperasi sejak 1999 ini pertama kali terungkap melalui video yang diunggah oleh seorang Youtuber, Evan, di kanalnya, Evan1212.

Dalam video tersebut, Evan terlihat mengunjungi toko roti Lindayes dan mencatat sepinya pengunjung. Ia mengungkapkan, “Dari tadi gak ada yang masuk selain gue, baru gue doang,” sembari menikmati roti yang menurutnya enak meski harga cukup murah.

Keadaan toko yang sepi juga disebabkan oleh peran langsung Linda Pantjawati yang kini turun tangan melayani pengunjung. “Ada ownernya, ibu-ibu turut melayani, dia baik sih ternyata,” ujar Evan saat menjelaskan suasana toko saat itu.

Di sisi lain, Dwi Ayu Darmawati, korban penganiayaan George Sugama Halim, meminta agar publik tidak menyerang toko roti Lindayes. Dalam pernyataan yang disampaikan pada 22 Desember 2024, Ayu mengatakan, “Jangan sampai menyerang tokonya, karena masih banyak orang yang bekerja di sana dan menggantungkan hidupnya.”

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah karyawan memilih mengundurkan diri setelah gaji mereka tidak dibayar. Bahkan, beberapa karyawan yang bekerja di toko tersebut harus menunggu hingga tiga bulan untuk menerima gaji mereka.

Dwi Ayu juga mengungkapkan bahwa ketidakpastian tanggal pembayaran gaji menjadi salah satu alasan para karyawan memilih untuk berhenti. “Gajinya tidak ada tanggalnya, jadi mungkin keresahan teman-teman itu,” jelasnya.

Sementara itu, Linda Pantjawati mengungkapkan rasa tertekannya karena hujatan publik yang tidak hanya menyasar keluarganya, tetapi juga usaha toko roti yang telah lama dikelola.

Dalam sebuah wawancara dengan Uya Kuya pada 18 Desember 2024, Linda mengungkapkan, “Saya cuma berharap netizen lebih bijak menyikapi sesuatu, jangan memaki-maki, membuat kami sangat tertekan.”

Linda juga meminta maaf atas tindakan anaknya, George, dan berharap agar kasus ini diselesaikan secara hukum tanpa menambah beban bagi keluarganya maupun karyawan yang bergantung pada toko roti tersebut. “Saya sudah meminta maaf kepada Ayu, supaya masalah ini tidak diperpanjang,” tambah Linda.

Di tengah kontroversi ini, kuasa hukum keluarga George, Michael Pardede, menegaskan bahwa toko roti dan keluarga George tidak ada hubungannya dengan kasus penganiayaan tersebut dan meminta publik untuk lebih berhati-hati dalam memberikan komentar.

“Tolong pakai hati nurani,” tegas Michael, sambil memperingatkan akan melaporkan warganet yang menyebarkan komentar negatif.

Kondisi toko roti Lindayes yang kini sepi memberikan dampak besar, baik bagi pemilik maupun karyawan yang masih bergantung pada usaha tersebut. Diharapkan, masyarakat bisa lebih bijaksana dalam menyikapi masalah ini, mengingat banyak pihak yang turut merasakan dampak dari kasus ini. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com