Beritabanten.com – Laras Faizati, terdakwa dalam perkara dugaan penghasutan pembakaran Gedung Mabes Polri, mengungkap sejumlah pengalaman pahit yang ia alami selama menjalani masa penahanan.

Ia menyebut tekanan batin yang dirasakannya semakin berat setelah menerima kabar bahwa ibunya tengah jatuh sakit.

Saat masih berada di balik jeruji, Laras mengaku tak mampu membendung emosinya ketika mendengar kondisi orang tuanya memburuk.

Namun alih-alih memperoleh simpati, ia justru mengklaim mendapatkan ejekan saat meluapkan kesedihannya.

Laras menyampaikan bahwa perlakuan tersebut diduga berasal dari penyidik yang menangani perkaranya.

Selain ucapan yang dinilainya menyakitkan, ia juga mengaku kerap mendapat teguran dengan nada keras, sehingga merasa diperlakukan layaknya pelaku tindak pidana berat.

Tak hanya tekanan mental, Laras turut menyoroti kondisi kesehatannya yang disebut terus menurun selama ditahan di ruang tahanan Bareskrim Polri.

Ia mengungkapkan pernah menerima obat yang diduga sudah melewati masa kedaluwarsa ketika mengeluhkan sakit.

Lebih lanjut, Laras menilai akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak selama masa penahanan sangat terbatas.

Hal tersebut, menurutnya, berdampak buruk pada kondisi fisik dan psikologis yang ia alami. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com