Senada dengan hal tersebut Ketua Panitia Raker IMA Didi Apriadi menyatakan maksud dan tujuan berdirinya IMA Sumsel sebagai organisasi yang tersebar di seluruh tanah air untuk mendorong agenda strategis pembangunan Sumsel.

“Rapat ini membahas tiga pokok, pertama memajukan pusat pemerintahan Sumsel, kedua melanjutkan pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api dan Tanjung Carat yang sudah lama masa KeK-nya mau dicabut. Maka sayang sekali dan ketiga melanjutkan kembali pembangunan Islamic Center yang di dalamnya ada Masjid Sriwijaya di Jakabaring,” ujarnya.

Lanjut ia tiga hal ini sejak lama ditunggu masyarakat Sumsel. Di samping itu ia menyebut bahwa Sumsel memiliki potensi yang cukup besar sumber daya alamnya.

“Tiga hal ini cukup lama yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Rapat ini bagaimana solusi jangka pendek untuk masyarakat. Mudah-mudahan hasilnya akan baik untuk kesejahteraan masyarakat Sumsel,” harapnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Elan Setiadi menyambut positif rencana melanjutkan pembangunan Islamic Center dengan tetap mempertimbangkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam waktu tiga bulan ke depan kita akan lihat prosesnya. Pada prinsipnya kami akan lakukan langkah yang terbaik dengan mempertimbangkan aturan yang ada,” ungkapnya.

Terkait pemindahan perkantoran Pemprov Sumsel yang di nilai sudah tidak layak Pj Gubernur Sumsel menjelaskan itu program jangka panjang.

“Iya itu ada catatan strategis kita yanh dipinta oleh IMA Sumsel soal pemindahan pusat pemerintahan yang masuk program jangka panjang. Sementara untuk perluasan pelabuhan Tanjung Api-api dan pembangunan Islamic Center masuk program jangka pendek karena saya nilai urgent” pungkasnya. (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com