Beritabanten.com – Program Gubernur Banten Andra Soni atas pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diyakini memperkuat postur anggaran Banten. Ini dibuktikan dengan kasat mata bahwa para wajib pajak menyemut ke semua Samsat di Provinsi Banten.

Dosen Universitas Pamulang (UNPAM) Muhammad Firdaus Rahmadi menyatakan prospek penambahan anggaran dapat ditakar dengan apresiasi kongkrit dari wajib pajak mendatangi gerai Samsat.

“Rumusnya sederhana saja pasti akan menghasilkan banyak uang. Ada kabar sudah mencapai angka 10 miliar,” katanya pada media, Sabtu (12/4/2025).

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Media Online (IMO) Indornesia Banten itu menambahkan, jurus Gubernur Andra merupakan langkah realistis dalam menghadapi kondisi perekonomian nasional.

“Semua orang tahu bakal ada efek perang tarif impor AS-China di tanah air. Belum lagi soal rupiah terjun bebas seiring IHSG yang melempem,” tegasnya.

Karenanya, Firdaus mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus susulkan program pembangunan berdampak luas pada masyarakat dan bersifat populis.

“Kita memang belum tahu pasti akibat dari melemahnya perekonomian nasional di Banten, tapi yang jelas pemberdayaan ekonomi bisa jadi solusi,” katanya.

Dia mengaitkannya dengan program penguatan Bank Banten yang dilakukan Gubernur Andra bisa menjadi jalan taktis untuk membangkitkan perekonomian.

“Dari pendapatan pajak tersebut sangat mungkin untuk jadi pinjaman padat karya dengan syarat dan rukun yang dipermudah bagi warga. Mereka pasti butuh sokongan modal dalam menghadapi kemungkinan buruk perekonomian nasional,” imbuhnya.

Permodalan sektor mikro, dikatakan Firdaus, merupakan soko guru dalam turbin perekonomian masyarakat ketika ujian usaha datang mendadak.

“Usaha mereka harus tetap muter jangan sampai berhenti. Engga apa-apa juga kecil usahanya yang penting bisa bertahan dari krisis,” demikian Firdaus menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com