Beritabantn.com – Nama Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, kini tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait kasus penembakan yang melibatkan oknum TNI AL.
Dalam insiden yang terjadi di Tol Tangerang pada 2 Januari 2025, yang menewaskan bos rental mobil Ilyas Abdurahman, Denih menyatakan bahwa anggota TNI AL yang terlibat terpaksa melancarkan tembakan karena diduga menjadi korban pengeroyokan.
Sosok Denih Hendrata yang menjabat sebagai Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) TNI AL belakangan ini ramai diperbincangkan publik, khususnya setelah unggahannya yang beredar di platform media sosial.
Dalam pernyataannya, Denih menjelaskan bahwa penembakan terhadap Ilyas Abdurahman dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri, mengingat anggota TNI AL yang terlibat dalam kejadian tersebut telah dikeroyok.
“Kalau ada pengeroyokan, berarti kan sebetulnya, kan sama-sama enggak tahu siapa yang akan mati,” ujarnya
Denih juga menambahkan bahwa penembakan yang terjadi sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku, mengingat anggota TNI AL tersebut dilatih untuk menghadapi situasi seperti itu.
“Insting segala macam, kita sering dengar ada istilah ‘Kill or To Be Killed’ (membunuh atau dibunuh),” lanjutnya.
Namun, pernyataan ini mendapat bantahan dari anak korban, Rizky Agam, yang menegaskan bahwa ayahnya bukanlah pelaku pengeroyokan dan ditembak karena ingin mengambil kembali mobil yang digelapkan.
Rekam Jejak Laksamana Madya TNI Denih Hendrata
Di balik kontroversi ini, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata merupakan sosok yang memiliki rekam jejak yang tak diragukan dalam dunia militer.
Sebelum menjabat sebagai Pangkoarmada TNI AL, Denih dikenal sebagai pengemban amanat hubungan kerja sama militer dengan negara-negara Eropa, termasuk Rusia.
Dalam kapasitas ini, Denih bertanggung jawab atas kerja sama antara TNI AL dan Angkatan Laut Rusia, yang salah satunya diwujudkan dalam Latma Orruda 2024.
Latma Orruda 2024 adalah latihan militer gabungan pertama kali yang digelar oleh TNI AL dan Angkatan Laut Rusia pada 4-8 November 2024 di Surabaya.
Latihan ini bertujuan untuk mempererat hubungan militer antara kedua negara dan meningkatkan kemampuan operasional dalam menghadapi ancaman global.
Keberhasilan pelaksanaan latihan ini menjadikan Denih sebagai salah satu sosok penting dalam hubungan militer antara Indonesia dan Rusia.
Sorotan Publik dan Kontroversi
Kendati memiliki rekam jejak yang mengesankan di dunia militer, pernyataan Denih mengenai penembakan Ilyas Abdurahman yang terjadi baru-baru ini menimbulkan perdebatan di masyarakat.
Pengakuan yang disampaikan oleh Pangkoarmada TNI AL tersebut disanggah oleh anak korban, yang menilai bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan kebenaran di lapangan.
Perdebatan ini semakin panas mengingat posisi Denih sebagai petinggi TNI AL, yang tentunya memiliki pengaruh besar terhadap citra institusi militer Indonesia.
Kasus ini semakin memunculkan pertanyaan mengenai prosedur yang tepat dalam menghadapi situasi darurat, serta seberapa jauh wewenang yang dimiliki oleh anggota TNI AL dalam mengambil tindakan yang berisiko fatal.
Masyarakat pun kini menantikan proses penyelidikan lebih lanjut mengenai insiden tersebut, yang tentu saja harus dilakukan secara transparan dan objektif.
Dengan latar belakang ini, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata tetap menjadi sosok yang menarik perhatian publik, baik karena prestasi militernya yang luar biasa maupun pernyataannya yang kontroversial. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan