Beritabanten.com – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang religius, cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Pesantren Al-Quraniyyah di Pondok Aren, Minggu (19/7/2026).

Di hadapan para santri, ulama, guru, alumni, dan masyarakat, Benyamin mengapresiasi kiprah Pesantren Al-Quraniyyah yang selama lebih dari dua dekade berkontribusi membangun sumber daya manusia di Kota Tangerang Selatan.

Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng moral di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan kepedulian sosial yang kuat,” ujar Benyamin.

Ia menegaskan kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang religius dan berintegritas. Karena itu, penguatan pendidikan keagamaan menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Tangerang Selatan.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie didampingi Pimpinan Pesantren Al-Quraniyyah KH Muhamammad Sobron Zayyan dalam salah satu acara pesantren – Net.

Mendukung Pendidikan Pesantren

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, lanjut Benyamin, terus menunjukkan komitmen dalam mendukung perkembangan pendidikan pesantren sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

Berbagai program pembinaan lembaga keagamaan, peningkatan kapasitas guru ngaji, dukungan terhadap kegiatan keagamaan, hingga penguatan sinergi dengan pondok pesantren terus dilakukan untuk memperkuat ekosistem pendidikan Islam di daerah.

Menurutnya, keberadaan pesantren merupakan salah satu penopang utama visi Kota Tangerang Selatan sebagai kota yang cerdas, modern, dan religius. Pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter masyarakat.

Karena itu, pesantren, majelis taklim, dan lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, toleransi, moderasi beragama, serta semangat kebangsaan kepada generasi muda.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, ulama, dan pengelola pesantren untuk memperkuat pendidikan berbasis akhlak.

Pemkot Tangerang Selatan meyakini investasi pada pendidikan pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang memahami ilmu agama, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, berdaya saing, dan siap menjadi motor pembangunan daerah di masa depan.

Pandangan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang menempatkan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional sekaligus pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie berharap santri bisa adaptasi pada perkembangan teknologi informasi – Net.

Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Selain memperkuat pendidikan agama, pesantren juga didorong untuk meningkatkan literasi digital, penguasaan sains dan teknologi, kewirausahaan, serta kemampuan berbahasa asing agar para santri mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Menurut Benyamin, lulusan pesantren memiliki keunggulan dalam kedisiplinan, kemandirian, integritas, dan kemampuan bekerja sama.

Karakter tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan abad ke-21 yang tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan moral.

Ia menambahkan, di tengah tantangan seperti penyebaran hoaks, penyalahgunaan media sosial, hingga krisis moral, pesantren tetap menjadi tempat yang efektif untuk membangun akhlak melalui keteladanan guru, pembiasaan ibadah, dan pendidikan berbasis nilai.

Peringatan HUT ke-26 Pesantren Al-Quraniyyah, kata Benyamin, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen membangun generasi yang religius, moderat, inovatif, dan siap menghadapi perubahan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang berakhlak.

Menurutnya, ketika pesantren terus berkembang sebagai pusat pembentukan karakter dan pengembangan ilmu pengetahuan, maka visi Tangerang Selatan sebagai kota religius akan semakin kokoh dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa. (Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com