Beritabanten.com – Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi bencana akibat kegagalan teknologi, terutama di Kota Cilegon yang menjadi pusat industri terbesar sekaligus paling rawan di wilayah Banten.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten, Asep Mulya Hidayat, pada Kamis (27/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa keberadaan industri kimia serta fasilitas produksi yang menggunakan bahan berbahaya membuat Cilegon memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kejadian bencana industri.
“Kami terus meningkatkan upaya mitigasi, khususnya di Cilegon. Sinergi antara pemerintah, pihak industri, dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar penanganan keadaan darurat bisa dilakukan cepat dan tepat,” ujarnya.
Gladi Kesiapsiagaan Digelar di Kota Cilegon
Sebagai bagian dari penguatan respons darurat, BPBD Banten menggelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Kegagalan Teknologi Industri tingkat provinsi di Kota Cilegon pada Rabu (26/11/2025).
Kegiatan simulasi tersebut berlangsung intens dengan skenario yang dibuat mendekati kondisi krisis sebenarnya.
Berbagai unsur terlibat, termasuk tim pemadam kebakaran yang mengerahkan armada damkar untuk mensimulasikan upaya pemadaman api serta penanganan kebocoran bahan berbahaya.
Simulasi juga mencakup pengaktifan sirene peringatan, proses evakuasi pekerja, hingga koordinasi antarinstansi untuk memastikan penanganan cepat dan terorganisasi.
Asep—yang akrab dipanggil Haji Roker—menyatakan bahwa latihan lapangan semacam ini akan terus dilaksanakan secara periodik.
Ia menegaskan bahwa pelatihan, simulasi, serta evaluasi rutin merupakan langkah penting guna menjaga kesiapan seluruh pihak, mulai dari perusahaan, BPBD, instansi pemerintah, hingga aparat keamanan.
“Latihan dan simulasi akan kami lakukan secara berkelanjutan. Melalui evaluasi berkala, kita dapat memetakan kelemahan dan segera melakukan perbaikan,” katanya.
Kerentanan Cilegon sebagai Kawasan Industri Berat
Asep menegaskan bahwa ancaman bencana akibat kegagalan teknologi di Cilegon merupakan risiko nyata.
Banyaknya pabrik pengolahan bahan kimia serta fasilitas industri berbahaya membuat daerah tersebut sangat rentan terhadap insiden, baik yang disebabkan gangguan teknis maupun faktor alam.
Dengan penguatan mitigasi dan koordinasi lintas sektor, Pemprov Banten berharap kawasan industri Cilegon tetap aman dan operasional industri dapat terus stabil.
Ia menilai, kesiapsiagaan yang optimal bukan hanya melindungi masyarakat dan lingkungan, tetapi juga berperan menjaga iklim investasi di Cilegon. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan