Beritabanten.com — Lembaga Wana Aksara terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan kualitas generasi muda. Kali ini, lembaga yang bergerak di bidang literasi dan pengembangan sumber daya manusia itu menggelar pelatihan public speaking di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (20/5/2026).
Pelatihan tersebut diikuti mahasiswa Fakultas Hukum UMJ dengan fokus meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian tampil di depan umum, hingga membangun karakter kepemimpinan mahasiswa.
Ketua Lembaga Wana Aksara, Muhammad Rafi Bimo Nugraha, mengatakan kemampuan public speaking menjadi bekal penting bagi mahasiswa hukum. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori dan pasal hukum, tetapi juga harus mampu menyampaikan argumentasi secara jelas dan meyakinkan.
“Mahasiswa hukum harus punya kemampuan berbicara yang baik, runtut, dan beretika. Public speaking menjadi modal penting untuk membangun keberanian, kepemimpinan, sekaligus kemampuan menyuarakan gagasan di tengah masyarakat,” ujar Rafi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dasar public speaking. Mulai dari teknik menyusun naskah pidato, mengatur struktur pembicaraan, teknik vokal, body language, eye contact, hingga cara membangun rasa percaya diri saat tampil di depan audiens.
Rafi menilai masih banyak generasi muda yang memiliki ide cemerlang, namun belum mampu menyampaikannya secara efektif. Karena itu, pelatihan seperti ini dinilai penting untuk membantu mahasiswa mengembangkan potensinya.
“Banyak orang punya gagasan bagus, tetapi pesan yang disampaikan tidak sampai karena cara penyampaiannya kurang tepat. Kami ingin peserta memahami bahwa berbicara bukan hanya soal suara, tetapi juga soal keberanian, ekspresi, dan kemampuan membangun koneksi dengan audiens,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Wana Aksara dalam menciptakan ruang tumbuh bagi pelajar, mahasiswa, hingga komunitas untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan keterampilan praktis.
Melalui pelatihan ini, Wana Aksara berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kritis, komunikatif, percaya diri, dan mampu memberi pengaruh positif di lingkungan sekitarnya.
“Harapan kami, peserta pulang bukan hanya membawa teori, tetapi juga keberanian baru untuk tampil, memimpin diskusi, dan menyampaikan pendapat secara baik dan bertanggung jawab,” tutup Rafi. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan