Beritabanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk membayar biaya operasional lampu penerangan jalan umum (PJU) yang menyala setiap malam.
Pada tahun 2024, Pemkot Cilegon menghabiskan hampir Rp 13 miliar untuk menutupi biaya listrik PJU yang tersebar di seluruh kota.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Heri Suheri, mengungkapkan bahwa setiap bulan, Pemkot Cilegon harus membayar tagihan listrik untuk PJU hampir mencapai Rp 1 miliar. “Rata-rata satu bulan hampir Rp 1 miliar untuk biaya listrik PJU di Kota Cilegon. Untuk satu tahun, kami menganggarkan antara Rp 12-13 miliar,” kata Heri.
Untuk tahun 2025, Dishub Cilegon menganggarkan anggaran yang sama, yakni sekitar Rp 13 miliar. Meskipun ada penambahan unit PJU pada tahun ini, Heri meyakini anggaran tersebut akan cukup karena tagihan listrik PJU setiap bulan cenderung fluktuatif.
“Tahun ini, diperkirakan akan ada penambahan unit PJU, karena kelurahan akan memasang PJU baru melalui program Caang. Namun, kita akan terus memantau tagihan dari PLN dan KCE untuk memastikan anggaran tersebut cukup,” ucapnya.
Sebanyak 121 unit PJU baru akan dipasang pada tahun 2025. Penambahan PJU ini akan tersebar di berbagai ruas jalan kota sesuai dengan hasil survei kebutuhan. Heri menambahkan, meskipun kebutuhan PJU cukup banyak, pemasangan PJU akan dilakukan secara bertahap.
“Kebutuhan PJU sebenarnya banyak, namun kami akan memasangnya secara bertahap. Mudah-mudahan ada bantuan dari perusahaan melalui dana CSR, di mana mereka bisa menyumbangkan PJU tenaga surya, yang lebih ramah lingkungan daripada PJU konvensional,” harap Heri.
Dengan adanya anggaran yang signifikan untuk biaya operasional PJU ini, Pemkot Cilegon berkomitmen untuk terus meningkatkan kenyamanan dan keamanan di kota melalui penerangan jalan yang memadai.
“Dengan bantuan CSR, pemenuhan kebutuhan PJU di Kota Cilegon bisa lebih cepat dan efisien,” demikian dia menutup. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan