Beritabanten.com.– Kabar baik bagi keluarga santri dan siswa madrasah di Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai menyiapkan langkah untuk memperluas program pendidikan gratis yang selama ini menyasar siswa SD dan SMP swasta umum agar menjangkau siswa madrasah ibtidaiyah (MI) dan madrasah tsanawiyah (MTs) swasta.

Tak berhenti di situ, Pemkab Tangerang juga membuka peluang kuliah gratis bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah serta santri lulusan SMA atau sederajat melalui mekanisme seleksi. Rencana ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, perluasan program pendidikan gratis tersebut akan dirumuskan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah akan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah sebelum menetapkan pelaksanaannya.

“Insyaallah, kita akan rumuskan bersama TAPD dan teman-teman dewan, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kita ingin memberikan perhatian lebih kepada santri, termasuk anak-anak yang bersekolah di madrasah swasta,” ujar Maesyal, Kamis (22/10/2026).

Rencana tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya. Selama ini, siswa madrasah swasta juga menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan daerah yang perlu mendapat perhatian.

Pemkab Tangerang juga berupaya memperbesar peluang guru madrasah diniyah dan santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui rencana kuliah gratis yang disertai seleksi, pemerintah daerah ingin memberi kesempatan kepada mereka untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi.

Meski demikian, seluruh rencana tersebut masih akan melalui pembahasan bersama TAPD dan DPRD. Kemampuan anggaran daerah menjadi salah satu pertimbangan utama agar program dapat dijalankan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Jika terealisasi, perluasan pendidikan gratis ini akan menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan di Kabupaten Tangerang, termasuk bagi siswa madrasah dan kalangan pesantren.

Komitmen tersebut menegaskan bahwa pemerataan pendidikan tidak cukup hanya menyasar sekolah umum. Siswa madrasah, guru pendidikan keagamaan, dan santri juga perlu memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com